GOSULUT ID – Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo menaruh perhatian yang mendalam terhadap kondisi rumah perlindungan Perempuan dan anak yang ada di Provinsi Gorontalo.
Sebagai sebuah tempat untuk menangani korban kekerasan sudah selayaknya mendapat alokasi anggaran yang proporsional namun apa daya dampak kebijakan efisiensi anggaran harus berupaya mengkondisikan sesuai dengan dana yang terbatas.
“Sebagaimana yang disampaikan tadi, dampak efisiensi, anggarnn yang dikelola mereka sangat terbatas atau minim,” ujar Sekretaris Komisi IV di sela-sela kunjungan kerja ke Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Bone Bolango, Selasa (17/06/2025).
Menurutnya, kondisi ini perlu mendapat suport serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada Kabupaten Kota sehingga seperti penanganan terhadap korban bisa maksimal.
“Olehnya tadi juga kita membahas bagaimana provinsi bisa mengintervensi juga pembiayaan terhadap rumah-rumah perlindungan di kabupaten kota,” imbuhnya.
Sementara itu Diedan Martinda Mohammad selaku Plt Ketua UPTD PPA Bone Bolango menyampaikan rumah perlindungan tersebut telah berdiri tahun 2022 dan saat ini menangani 11 korban kekerasan
“Saat ini tinggal 11 orang terdiri 9 anak dan 2 perempuan dewasa dengan masa penanganan selama 3 hari, korban juga didampingi psikolog disamping juga ada pengasuh serta security. Alhamdulillah saat ini sudah punya tempat sendiri meski masih sewa dibandingkan sebelumnya masih menempel di gedung DPRD Bone Bolango,” tukasnya.






















