Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Rahmijati Jahja Paparkan Makna Maulid Nabi dan Peran DPD RI dalam Pembuatan UU

53
×

Rahmijati Jahja Paparkan Makna Maulid Nabi dan Peran DPD RI dalam Pembuatan UU

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Anggota DPD RI Dapil Gorontalo Rahmijati Jahja mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum meneladani akhlak Rasulullah, bukan hanya kegiatan seremonial tahunan.

Ia juga menjelaskan peran strategis DPD RI, khususnya di Panitia Perancang Undang-Undang atau PPUU, dalam memastikan setiap produk hukum nasional berpihak pada daerah.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Makna Maulid: Teladani Akhlak Nabi dalam Kehidupan Berbangsa

Menurut Rahmijati, esensi Maulid bukan hanya memperingati hari lahir Rasulullah, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai beliau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jangan hanya memperingati hari ulang tahunnya. Tetapi bagaimana kita memaknai maulid ini. Meneladani akhlak mulia. Bagaimana kejujurannya, kepekaan sosialnya, kesabarannya, dan kepemimpinan yang bisa menjadi blueprint bagi kita,” tegas Rahmijati saat menjadi narasumber dalam podcast di Radio Poliyama, Rabu (28/8/2026).

Ia menilai nilai-nilai seperti kejujuran dan kepedulian sosial sangat relevan diterapkan oleh para pemimpin dan masyarakat saat ini.

Jelaskan Fungsi PPUU: Harmonisasi UU untuk 38 Provinsi

Dalam kesempatan yang sama, Rahmijati juga memaparkan tugasnya di DPD RI. Saat ini ia duduk di dua alat kelengkapan, yakni Komite II yang membidangi 12 kementerian dan Panitia Perancang Undang-Undang atau PPUU.

“Saya di Komite II ada 12 kementerian. Dan satu lagi di PPUU, Panitia Perancang Undang-Undang. Jadi mau dari alat kelengkapan manapun membuat undang-undang, muaranya tetap masuk di PPUU,” jelasnya.

Ia menegaskan fungsi utama PPUU adalah melakukan harmonisasi agar setiap Rancangan Undang-Undang yang dibuat tidak tumpang tindih dan redaksinya akurat.

“Misalnya Komite III membuat RUU tentang dosen dan pendidikan. Setelah dibuat, tetap harus ke PPUU. Harus diharmonisasikan dulu. Mengundang semua komite yang terkait dengan itu,” kata Rahmijati.

“Pada tahap final, ahli bahasa juga harus dihadirkan. Karena dalam satu rancangan undang-undang tidak boleh ada celah. Kalimatnya harus tepat dan akurat. Sebab undang-undang yang kita buat ini berlaku untuk 38 provinsi, bukan untuk satu provinsi,” tegasnya.

Dengan pengalaman 4 periode di PPUU, Rahmijati memahami bahwa tugas DPD bukan hanya mengawasi, tetapi juga memastikan setiap produk hukum berpihak pada kepentingan daerah.

Kelola Rumah Cinta Quran David Bobihoe untuk Generasi Qurani

Di luar tugas kenegaraan, Rahmijati juga aktif mengelola Rumah Cinta Quran (RCQ) David Bobihoe.

Lembaga ini didirikan sebagai bentuk amanah dari almarhum suami tercinta David Bobihoe Akib dan difokuskan sebagai tempat mencetak generasi Qurani di Gorontalo.

Setiap sore, sekitar 200 anak mengikuti pembelajaran tahfiz Al-Quran di sana dengan dibimbing 5 ustazah dan 1 ustaz.

Share :