Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Komisi III Turlap Ke Kabupaten Gorontalo, Tinjau KMP di Hutadaa

17
×

Komisi III Turlap Ke Kabupaten Gorontalo, Tinjau KMP di Hutadaa

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Berbagai agenda turun lapangan (turlap) saat ini dilaksanakan oleh Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo untuk meninjau langsung implementasi program dan kegiatan pembangunan oleh Pemerintah.

Kegiatan turlap tersebut dengan mendatangi sejumlah kabupaten kota salah satunya untuk melihat dari dekat Koperasi Merah Putih (KMP) yang ada di Desa Hutadaa Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Rabu (26/08/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Hari ini kami melihat secara langsung koerasi merah putih yang sebagaimana kita ketahui bersama beberapa bulan lalu telah diresmikan oleh kementerian terkait, “ujar Wakil Ketua Komisi III, Anas Jusuf.

Ditegaskan, sebagai komisi yang membidangi Perencanaan dan Pembangunan yang didalamnya ada infrastruktur maka tujuan peninjauan tersebut untuk melihat dari dekat fisik bangunan dari KMP Hutadaa.

“Saya dan teman-teman ingin memastikan fisik bangunan dari koperasi merah putih ini, apalagi banyak aktifitas usaha yang di kelola oleh koperasi ini dan alhamdulillah hasil pekerjaan dan kondisinya sangat baik, “imbuhnya kembali.

Pada kesempatan itu, komisi III juga bertemu dan berbincang-bincang salah satu perwakilan dari pengelola KMP.

“Tadi juga kami sempat bertemu dengan bapak Abdul Gani, beliau sebagai wakil ketua pengelola koperasi Merah Putih Desa Hutadaa dan berbicara terkait KMP yang dikelola bersama pengurus, yang dibicarakan disamping fisik bangunan koperasi juga hal lainnya, “tuturnya.

Lanjut dia, bahwa aktivitas koperasi saat ini masih berjalan melalui sejumlah unit usaha, di antaranya apotek dan toko sembako kondisi persediaan obat-obatan di apotek masih relatif lengkap. Namun, berbeda dengan unit usaha sembako yang mulai mengalami kekurangan stok. Salah satu kendala yang disampaikan pengelola koperasi adalah sulitnya memperoleh pasokan beras dari Bulog. Bahkan, pengajuan yang dilakukan koperasi disebut membutuhkan waktu cukup lama hingga terealisasi.

“Mereka menyampaikan bahwa agak sulit mendapatkan beras dari Bulog. Jadi mereka mau mengajukan, itu kadang kala sampai dua minggu baru ada realisasi,” jelasnya.

Selain beras dan kebutuhan pokok juga ketersediaan pupuk yang menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat, khususnya petani.

Ia mengatakan, koperasi masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan pupuk, meskipun komoditas tersebut sebelumnya telah menjadi bagian dari operasional koperasi yang diresmikan.

Karena itu, Anas berharap adanya dukungan dari pihak-pihak penyedia kebutuhan koperasi, baik Bulog maupun pihak yang menyediakan pupuk, sehingga keberadaan Koperasi Merah Putih dapat kembali beroperasi secara optimal.

“Pada kesempatan hari ini saya mengharapkan support dari penyedia bahan, baik dari Bulog maupun dari yang menyiapkan pupuk. Ini agar diberikan support operasional, sehingga operasional daripada koperasi ini bisa lancar lagi,” tandas mantan Boalemo itu.

Share :