GOSULUT.ID — Memasuki usia ke-280 tahun, PT Pos Indonesia terus melakukan transformasi untuk menjawab perubahan teknologi, kebutuhan masyarakat, serta dinamika bisnis logistik dan jasa keuangan.
Eksekutif Manager Kantor Pos Cabang Gorontalo, Najib Yudha Pratama, mengatakan peringatan HUT ke-280 PT Pos Indonesia tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali perjalanan panjang sekaligus komitmen perusahaan untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
“Memang HUT tahun ini agak berbeda karena kita sudah ke-280. Dari awal tahun juga banyak perubahan, terutama di Danantara. Rencananya nanti ada holding Danantara Logistik dan Pos akan menjadi salah satu jangkar atau leader-nya,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, rencana tersebut menjadi bagian dari konsolidasi sektor logistik nasional. Nantinya, sekitar 22 BUMN yang bergerak di bidang logistik direncanakan berada dalam satu naungan Danantara Logistik. Sejumlah perusahaan yang disebut antara lain MTI, Pelni, Pelindo, hingga KAI Logistik.
Saat ini, kata Najib, proses holding tersebut telah berjalan dengan sekitar tujuh BUMN yang sudah bergabung. PT Pos Indonesia direncanakan masuk dalam holding Danantara Logistik pada tahun depan.
“Rencananya pemerintah menjadikan Pos sebagai jangkar. Pos yang menjadi leader-nya,” jelasnya.
280 Tahun, Bukti Panjangnya Perjalanan Pos
Najib menuturkan, usia 280 tahun menjadi bukti panjangnya perjalanan Pos Indonesia yang berawal pada 26 Agustus 1746, pada masa pemerintahan VOC.
Dalam perjalanannya, institusi Pos mengalami berbagai perubahan bentuk dan kelembagaan. Mulai dari PTT (Pos, Telegrap, dan Telepon), kemudian menjadi Jawatan PTT setelah Indonesia merdeka, hingga akhirnya berkembang menjadi PT Pos Indonesia (Persero).
“Dulu Pos dan Telkom masih satu. Kemudian berkembang dan masing-masing berdiri sendiri. Kita juga pernah menjadi Perum Pos dan Giro, kemudian berubah menjadi korporasi dan sekarang menjadi PT Pos Indonesia,” ungkapnya.
Perubahan tersebut, menurutnya, tidak hanya terjadi pada sisi kelembagaan, tetapi juga pada layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Jika dahulu Pos identik dengan surat, telegram, dan wesel, kini layanan Pos telah berkembang jauh lebih luas, mulai dari jasa kurir, logistik, jasa keuangan, pembayaran, pengiriman uang, hingga penyaluran bantuan sosial.
“Sekarang kita sudah bertransformasi. Tidak hanya surat dan wesel. Kita punya jasa kurir, logistik untuk pengiriman partai besar, jasa keuangan, pembayaran, pengiriman uang, penyaluran dana bansos, dan lainnya,” katanya.
Di era digital, Pos Indonesia juga terus mengembangkan layanan berbasis teknologi, seperti QRIS, aplikasi Pospay, PosAja, hingga masuk ke sektor marketplace.
Ditegaskan, transformasi tersebut merupakan bukti bahwa Pos Indonesia berupaya mengikuti perubahan zaman dan pola hidup masyarakat.
“Dulu orang berpikir ketika SMS muncul, Pos pasti akan hilang. Tapi buktinya kami masih ada dan tetap eksis sampai sekarang. Ini menunjukkan kami terus menyesuaikan perkembangan zaman, melalui adaptasi, inovasi, dan pertumbuhan,” tegasnya.
Terus Layani Masyarakat hingga Pelosok
Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, Pos Indonesia, kata Najib, tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
Ia mengakui masih ada anggapan bahwa Pos tertinggal dibandingkan perusahaan lain. Namun, kondisi tersebut justru menjadi tantangan bagi perusahaan untuk terus melakukan pembenahan.
“Walaupun dengan kondisi yang ada, kami maksimalkan bagaimana Pos masih bisa melayani masyarakat sampai ke pelosok-pelosok,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-280 tahun ini mengusung tema “Indonesia Melayani Nusantara”, dengan semangat Pos Indonesia untuk bangkit, bersinergi, bergerak, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan HUT telah dimulai sejak 17 Agustus 2026. Selain kegiatan internal, Pos Indonesia juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial melalui gerakan 280 Kebaikan.
Kegiatan tersebut antara lain donor darah bekerja sama dengan PMI, bakti sosial ke panti asuhan dengan menyalurkan pakaian layak pakai dan sembako, serta aksi kebersihan lingkungan dan rumah ibadah.
“Walaupun acaranya tidak besar-besaran, semangat kami adalah harus terus adaptif, terus berinovasi secara berkelanjutan dan tumbuh. Dari sisi bisnis maupun manfaat kepada masyarakat, kami ingin terus tumbuh,” kata Najib.
Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Di Gorontalo, Kantor Pos juga terus memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN, maupun pihak swasta.
Dalam sektor jasa keuangan, Pos secara rutin terlibat dalam penyaluran berbagai bantuan sosial pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, serta sejumlah program bantuan lainnya.
Pos Indonesia juga telah mendukung penyaluran bantuan Atensi di sejumlah daerah di Gorontalo, termasuk Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Pohuwato.
Sementara pada sektor logistik, Pos turut membantu pemerintah dalam pendistribusian obat-obatan serta alat kesehatan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan ke sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo.
Kerja sama juga dilakukan dengan BPJS Ketenagakerjaan, Bank BTN, serta pemerintah kabupaten dan kota dalam berbagai layanan, termasuk pembayaran pajak dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Intinya bagaimana outlet-outlet Pos yang tersebar di Gorontalo ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah,” jelas Najib.
Menariknya, Pos Indonesia juga membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan yang selama ini dianggap sebagai kompetitor.
“Kalau ada orang yang dianggap pesaing, kami anggap sebagai mitra atau rekanan. Karena kami punya cabang sampai daerah, punya angkutan, trayek dan armada. Mana yang bisa kita gabungkan dan kerja samakan, ayo,” ujarnya.
Menurut Najib, konsep tersebut sejalan dengan transformasi Pos yang kini tidak lagi hanya bergerak sebagai perusahaan kurir, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem logistik dari hulu hingga hilir.
“Kita punya first mile, middle mile dan last mile. First mile adalah penerimaan kiriman, middle mile di armada, dan last mile sampai ke penerima. Mana yang bisa kita manfaatkan untuk kerja sama, kita kolaborasikan,” katanya.
Khusus dalam rangka HUT ke-280, Kantor Pos Cabang Gorontalo juga berencana bekerja sama dengan Pemerintah Kota Gorontalo untuk menyalurkan bantuan sosial lokal yang direncanakan mulai dilaksanakan bulan depan.
Najib berharap keberadaan Pos Indonesia di Gorontalo dapat terus memberikan manfaat bagi pemerintah, masyarakat, maupun mitra strategis.
“Kami ingin Pos bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, stakeholder daerah, pemerintah, maupun mitra-mitra strategis melalui layanan-layanan yang kami tawarkan,” pungkasnya.
Saat ini, jaringan layanan Pos Indonesia di Gorontalo telah menjangkau seluruh kabupaten dan kota. Kantor Pos Cabang Gorontalo memiliki sekitar 16 outlet resmi, sementara jaringan lainnya diperluas melalui agen yang berbasis kemitraan.






















