Scroll ke bawah untuk membaca
Kontrol

Ekonomi Gorontalo Triwulan III 2025 Tumbuh 5,49 Persen, Pendidikan Tenaga Kerja Meningkat

778
×

Ekonomi Gorontalo Triwulan III 2025 Tumbuh 5,49 Persen, Pendidikan Tenaga Kerja Meningkat

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2025 mencapai 5,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).

Hal ini diungkapkan Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, mengungkapkan hal tersebut saat menyampaikan rilis resmi, Rabu (5/11/2025).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Untuk kondisi ekonomi pada edisi 5 November ini, kami merilis angka pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2025. Jika dibandingkan dengan triwulan III tahun 2024, pertumbuhannya mencapai 5,49 persen,” ujarnya.

Dikatakan, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi disumbang oleh industri pengolahan, jasa keuangan, serta transportasi dan pergudangan. Sementara dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar berasal dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), diikuti konsumsi rumah tangga dan ekspor.

“Kalau kita lihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi datang dari PMTB, kemudian konsumsi rumah tangga, dan ekspor,” jelasnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, ia menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 tercatat sebesar 3,42 persen, meningkat dibanding Agustus 2024 yang berada di angka 3,13 persen. Meski demikian, tingkat setengah pengangguran justru menurun signifikan dari 8,49 persen pada Agustus 2024 menjadi 6,82 persen pada Agustus 2025.

“Indikator ketenagakerjaan tidak hanya dilihat dari tingkat pengangguran terbuka, tetapi juga dari tingkat setengah pengangguran. Tahun ini, penurunannya cukup besar, ini menunjukkan perbaikan kondisi kerja,” tambah Dwi.

BPS juga mencatat peningkatan pada penduduk bekerja berpendidikan tinggi (diploma ke atas) yang kini mencapai 15,89 persen, naik dari 13,04 persen pada Agustus 2024.

“Sementara penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah mengalami penurunan dari 47,67 persen menjadi 44,51 persen,“ tutup Dwi.

Share :  
error: Content is protected !!