GOSULUT.ID – Ramadhan merupakan momentum yang sangat luar biasa bagi kaum muslimin. Banyak pahala dan hikmah yang diperoleh bila menjalankannya dengan sepenuh hati dan keikhlasan seperti berbagi dengan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Hal ini terlihat pada kegiatan yang di gelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo dengan mengangkat tujuh “Menebar Kebaikan di Bulan Penuh Berkah” yang diisi dengan berbagai kegiatan yakni pemberian Sembako, pemberian Infaq kepada yatim piatu serta buka puasa bersama.
Kegiatan tersebut terlaksana dengan berkolaborasi dan bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Gorontalo serta menghadirkan jajaran pengurus PMI, puluhan anak yatim piatu dari Panti Asuhan Shiratal Ummah, tokoh masyarakat dan sejumlah wartawan. Acara di awali dengan penyerahan sembako dan infaq, ceramah agama dari Ustadz Syafudin Mateka jelang berbuka, sholat maghrib berjamaah dan ditutup santap bersama.
Ketua PMI Provinsi Gorontalo, Ishak Lilito, SIP menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tetap dilaksanakan meskipun tahun ini terdapat keterbatasan anggaran akibat kebijakan pemangkasan anggaran di daerah.
“Ini adalah kegiatan tahunan kami. Namun kali ini kami melaksanakannya dengan konsep yang sedikit berbeda karena semua tahu bahwa Provinsi Gorontalo sedang mengalami pemangkasan anggaran, termasuk kami di PMI. Biasanya kami menggelar buka puasa bersama anak-anak panti asuhan dan kaum dhuafa, tetapi tahun ini kami tetap menjalankan kegiatan dengan cara yang lebih sederhana,” ujar Ishak.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak mengurangi semangat kebersamaan antara PMI dengan para mitra kerja, termasuk para pendonor dan insan pers yang selama ini turut mendukung berbagai program kemanusiaan PMI.
Menurut Ishak, dukungan media sangat penting dalam membantu menyebarkan informasi tentang program-program kemanusiaan yang dijalankan PMI, termasuk yang mendapat dukungan dari Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail selaku pelindung PMI di daerah.
“Saya berterima kasih kepada teman-teman media yang selama ini terus mensupport berbagai program PMI, baik yang bersifat pembangunan maupun yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Membangun Provinsi Gorontalo ini tentu harus dilakukan bersama-sama,” katanya.
Dalam kegiatan itu PMI Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Melalui kerja sama itu, sebanyak 50 paket bantuan disalurkan kepada kaum dhuafa, sementara PMI juga memberikan bantuan khusus kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk perhatian menjelang perayaan Idulfitri.
Di sisi lain, Ishak juga mengakui bahwa bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah. Namun pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar kebutuhan darah di rumah sakit tetap terpenuhi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan donor darah setiap malam setelah salat tarawih di Masjid Darul Arqam. Dalam kegiatan tersebut, PMI tetap memberikan penghargaan atau reward bagi para pendonor meskipun dalam kondisi keterbatasan.
“Kami tetap melaksanakan donor darah setelah salat tarawih di Masjid Darul Arqam. Walaupun dengan keterbatasan, kami tetap memberikan reward seperti biasanya kepada para pendonor. Alhamdulillah kegiatan ini tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa PMI juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, termasuk arahan dari Gubernur sebagai pelindung PMI agar pelayanan kemanusiaan tetap berjalan maksimal.
“Harapan kami, jangan sampai Provinsi Gorontalo mengalami kekurangan stok darah hanya karena adanya pemangkasan anggaran. Karena itu kami mengatur prioritas program, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan darah bagi masyarakat,” tutup Ishak.


















