Scroll ke bawah untuk membaca
Uncategorized

Erwin Dorong Pemprov Revitalisasi Asrama Mahasiwa di Luar Daerah: Minimal 2-3 Asrama Setiap Tahun

24
×

Erwin Dorong Pemprov Revitalisasi Asrama Mahasiwa di Luar Daerah: Minimal 2-3 Asrama Setiap Tahun

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID — Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk lebih serius memperhatikan dan mengelola aset-aset milik pemerintah daerah yang berada di luar wilayah Gorontalo.

Hal tersebut disampaikan Erwinsyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dalam rangka membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2027, Selasa (21/06/2026)

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Menurutnya, aset pemerintah daerah yang berada di luar Gorontalo harus mendapat perhatian serius agar tidak terbengkalai dan tetap memberikan manfaat sesuai peruntukannya. Salah satu aset yang menjadi perhatian adalah asrama mahasiswa Gorontalo yang tersebar di sejumlah daerah.

Ia meminta BKAD melakukan pendataan dan evaluasi terhadap kondisi seluruh aset milik Pemerintah Provinsi Gorontalo di luar daerah, khususnya asrama mahasiswa.

“Jangan sampai aset yang kita miliki terbengkalai atau tidak digunakan sebagaimana mestinya, terutama asrama-asrama Gorontalo yang ada di luar daerah,” ujarnya.

Ia menilai, asrama mahasiswa merupakan salah satu fasilitas penting yang perlu dijaga dan dirawat secara berkelanjutan. Keberadaan asrama tersebut dinilai dapat membantu mahasiswa asal Gorontalo dalam menjalani pendidikan di luar daerah.

Karena itu, Erwin mengusulkan agar perbaikan dan revitalisasi asrama mahasiswa dilakukan secara bertahap setiap tahun dengan mengalokasikan anggaran secara terukur.

“Saya meminta karena ini merupakan KUA-PPAS, mulai tahun depan minimal dalam satu tahun ada dua sampai tiga asrama mahasiswa yang ada di luar Gorontalo diperbaiki, direnovasi, atau direvitalisasi,” katanya.

Menurutnya, pola perbaikan secara bertahap akan lebih realistis dan tidak terlalu membebani kemampuan keuangan daerah. Di sisi lain, langkah tersebut juga dapat memastikan aset pemerintah tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Perbaikannya dilakukan setiap tahun, sehingga tidak terlalu banyak membebani anggaran. Dengan begitu, aset kita tetap terjaga dan bisa bermanfaat bagi mahasiswa yang benar-benar memanfaatkan sarana dan prasarana yang disiapkan Pemerintah Provinsi Gorontalo,” jelasnya.

Erwin berharap, perhatian terhadap asrama mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga aset daerah, tetapi juga sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi generasi muda Gorontalo yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

“Ini juga bagian dari upaya memastikan masa depan penerus kita. Fasilitas yang disiapkan pemerintah harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.

Share :  
error: Content is protected !!