Scroll ke bawah untuk membaca
Kontrol

Warga Apresiasi Forum Percepatan Pembangunan Tulabolo-Pinogu, Harap Segera Ada Langkah Konkret

11
×

Warga Apresiasi Forum Percepatan Pembangunan Tulabolo-Pinogu, Harap Segera Ada Langkah Konkret

Sebarkan artikel ini
 

GOSULUT.ID – Ketika wilayahnya mendapat perhatian begitu serius dari para pengambil kebijakan baik Pemerintah dan DPRD, tentu hal itu mendapat sambutan dan apresiasi yang begitu luar biasa dari masyarakat setempat.

Sebagaimana diungkapkan oleh Robin Masihu sebagai warga Pinogu yang begitu antusias atas terselenggaranya kegiatan Forum Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Tulabolo–Pinogu yang mengangkat tajuk “Membangun Ekosistem Kolaborasi Lestari untuk Percepatan Pembangunan Akses Jalan Tulabolo–Pinogu” bertempat di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Senin (24/08/2026)

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Ia mengatakan, pertemuan itu harus menjadi momentum untuk menyatukan kekuatan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan akses menuju Pinogu

“Kami sebagai masyarakat Pinogu mengapresiasi agenda hari ini. Kami berharap forum ini bukan hanya sekadar acara seremonial atau mengisi kelonggaran waktu, tetapi benar-benar menjadi forum untuk menghimpun kekuatan dari semua pihak dan itu harus berujung pada langkah konkret, “ujarnya.

Ditekankan, kolaborasi pemangku kepentingan itulah tersebut harus melibatkan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan DPRD Bone Bolango, Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi Gorontalo, DPD RI, DPR RI, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan Pinogu.

Apalagi tema ekosistem kolaborasi yang diangkat dalam forum tersebut memiliki makna penting, yakni menghimpun seluruh kekuatan, pikiran dan gagasan agar pembangunan akses Tulabolo–Pinogu dapat dipercepat.

“Dengan adanya agenda hari ini, berarti menandakan sudah ada progres yang berproses untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat, dalam hal ini akses jalan,” katanya.

Robin uga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang dinilai telah berupaya memenuhi berbagai persyaratan pembangunan, mulai dari persyaratan teknis, perizinan, persetujuan hingga mekanisme yang berkaitan dengan Kementerian Kehutanan.

Namun diungkapkan bahwa kelengkapan administrasi dan persyaratan harus segera diikuti dengan langkah nyata di lapangan.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk gubernur, DPRD, DPD RI dan DPR RI, dapat menggunakan seluruh kekuatan komunikasi dan jejaring yang dimiliki untuk mendorong percepatan pembangunan.

“Di luar kewenangan formal masing-masing, kami berharap semua pihak dapat menggunakan jalur komunikasi yang kuat, membuka seluruh akses komunikasi dan membangun sinergi dari semua unsur untuk mewujudkan harapan masyarakat,” tegasnya.

Robin mengaku masyarakat Pinogu sudah cukup lama menunggu realisasi pembangunan akses tersebut. Berbagai kegiatan berupa dialog, forum dan diskusi telah dilakukan, namun menurutnya hingga kini belum memberikan hasil konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami minta ini segera ada implementasinya. Sudah sekian lama kami menanti realisasi dan tindak lanjut. Sudah banyak kegiatan seperti dialog, forum, diskusi dan sebagainya, tetapi sampai saat ini belum ada hasil yang riil,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Pinogu, pembangunan jalan Tulabolo–Pinogu bukan semata-mata persoalan infrastruktur. Akses tersebut menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan dan pembangunan yang setara sebagai warga negara.

“Kenapa jalan ini harus dibangun? Karena di sana ada warga negara Indonesia, warga Provinsi Gorontalo dan warga Bone Bolango yang juga harus mendapatkan perlakuan yang sama di negeri ini,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar pembangunan akses menuju Pinogu tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah penduduk maupun pertimbangan politik. Baginya pembangunan harus ditempatkan dalam perspektif kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Jangan dilihat dari seberapa jumlah penduduk yang ada di sana. Jangan dilihat dari hitung-hitungan politik, tetapi harus dilihat dari sisi kemanusiaan atau keadilan sosial,” katanya.

Di sisi lain, Robin mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan akses Pinogu harus tetap memperhatikan keberadaan alam, flora dan fauna.

Ia menilai pembangunan dan pelestarian lingkungan tidak seharusnya dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa mengorbankan kelestarian alam.

“Untuk membangun ini, perlu ada keseimbangan antara kehidupan masyarakat, alam semesta, flora dan fauna. Bukan berarti kebutuhan masyarakat dikesampingkan. Sebaliknya, menjaga alam juga bukan berarti mengabaikan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Perhatian Robin Masihu terhadap wilayahnya tidak pernah bosan-bosannya disuarakan dan disampaikan bahkan sampai tesis atau karya tulis ilmiah resmi yang disusunnya untuk program Magister (S2) sebagai syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar akademik di berikan judul “Implementasi Kebijakan Pembangunan Akses Jalan Menuju Kecamatan Pinogu dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Lokal di Kabupaten Bone Bolango”

Share :