Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

RSUD Dunda Limboto Siap Dukung Akreditasi Prodi Profesi Dokter UMGO

68
×

RSUD Dunda Limboto Siap Dukung Akreditasi Prodi Profesi Dokter UMGO

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – RSUD MM Dunda Limboto menyatakan kesiapannya mendukung penuh proses akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO).

Komitmen itu disampaikan saat pembukaan asesmen lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAMPT-Kes) di rumah sakit milik Pemkab Gorontalo tersebut, Selasa (09/06/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Plh Direktur RSUD MM Dunda Limboto, Jeinfer Rivian Lestyorini menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUD MM Dunda Limboto sebagai wahana pendidikan calon dokter profesional.

Menurutnya, kehadiran tim asesor menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan yang selama ini dijalankan rumah sakit.

“Kehadiran bapak dan ibu Tim Asesor LAM-PTKes di RSUD MM Dunda Limboto merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta kualitas pendidikan profesi dokter yang akan berlangsung di rumah sakit ini,” ujar Jeinfer kepada awak media.

Ia menegaskan, RSUD MM Dunda Limboto berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan kedokteran melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, tenaga medis yang kompeten, serta sistem pelayanan berorientasi keselamatan dan kepuasan pasien.

Lebih lanjut, Jeinfer berharap sinergi antara RSUD MM Dunda Limboto dan UMGO terus terjalin berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dinilai langkah strategis mencetak dokter profesional, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Kerja sama yang baik antara institusi pendidikan dan rumah sakit merupakan fondasi penting dalam mencetak tenaga kesehatan berkualitas. Pada akhirnya, tujuan besar yang ingin dicapai adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta terwujudnya layanan kesehatan yang semakin baik bagi warga Kabupaten Gorontalo,” tambahnya.

Asesor LAMPT-Kes: Lulusan UMGO Akan Unggul di Kesehatan Ibu-Anak

Dr. dr. Ibrahim, MSc, M.Pd., Sp. KLLP selaku salah satu asesor LAMPT-Kes menjelaskan, tim asesor bertugas menilai kesiapan Prodi Pendidikan Profesi Dokter FK UMGO sesuai standar nasional dan kekhasan daerah Gorontalo.

“Kita itu menilai semuanya. Dari cerita awalnya bagaimana didirikan, terus dokter seperti apa yang mau dihasilkan. Sesuai kondisi daerah yang dilaporkan, maka dokter ini selain standarnya sesuai dokter yang berlaku nasional, dia juga akan unggul di bidang kesehatan ibu dan anak. Itu kehebatannya dokter akan dihasilkan,” ujar Dr. Ibrahim.

Ia menambahkan, asesmen difokuskan pada proses pembelajaran klinik di rumah sakit pendidikan utama. RSUD Dr. M.M Dunda Limboto menjadi lokasi kunci karena mahasiswa profesi akan belajar langsung menangani pasien selama kurang lebih dua tahun.

“Ini satu rumah sakit pendidikan utama yang akan dipakai. Di sinilah mereka akan belajar. Kami akan observasi di sini, lihat seperti apa persiapannya, SOP-SOP agar selamat pasien, selamat dokter, bekerja sesuai aturan tidak melanggar undang-undang, siapa yang ngawasi,” jelasnya.

Data RSUD Dunda Jadi Modal Pendidikan

Soal kesiapan RSUD Dunda, Dr. Ibrahim memberikan apresiasi awal. Dari data yang dilihat, rumah sakit ini dinilai cukup bagus untuk pendidikan dokter umum.

“Kalau lihat tadi datanya ini cukup bagus untuk belajar. Kunjungan poliklinik empat ribuan setahun, rawat inap dengan jumlah kamar dua ratusan, hampir lengkap untuk level dokter umum. Dokter spesialis semua ada di sini dengan 205 tempat tidur, dokter spesialis 30-an, pelayanan 24 jam. Sudah punya pengalaman mendidik juga calon dokter dari Universitas Negeri Gorontalo, itu menjadi tambahan modal,” ungkapnya.

Asesmen lapangan ini merupakan bagian dari proses akreditasi Prodi Pendidikan Profesi Dokter FK UMGO. Selain aspek akademik, tim asesor juga memverifikasi dukungan rumah sakit pendidikan, fasilitas pelayanan, sarana pembelajaran hingga kompetensi SDM yang terlibat.

“Masyarakat jangan melihat ini negeri atau swasta, tapi lihat bagaimana fakultas kedokteran mempersiapkan pendidikan sehingga dia bisa menjadi dokter selesai ke depan. Kami yakin semuanya sudah dipersiapkan dan didukung pembiayaan oleh Muhammadiyah,” pungkas Dr. Ibrahim.

Share :  
error: Content is protected !!