GOSULUT.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) meluncurkan program baru untuk membebaskan masyarakat dari buta aksara.
Program tersebut adalah Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan dan Pemberdayaan Remaja dan Perempuan yang resmi digelar di Aula Kantor Dikbud Kabgor, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo Tonny S. Junus didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabgor Abdul Waris.
Wabup Kabupaten Gorontalo, Tonny S. Junus menyampaikan, kemampuan literasi dan numerasi bukan hanya sekadar membaca, menulis, dan berhitung.
“Kemampuan ini menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup, membuka akses terhadap informasi, serta memperluas peluang ekonomi,” ujar Tonny.
Ia menyebut Pendidikan Keaksaraan yang digagas Dikbud Kabgor bukan sekadar belajar mengeja huruf di atas kertas.
“Substansinya adalah membebaskan masyarakat dari keterbatasan informasi. Melalui Keaksaraan Dasar, Bapak/Ibu akan mampu membaca dan menulis dengan lancar. Melalui Keaksaraan Lanjutan, kemampuan itu menjadi bekal nyata untuk hidup lebih cerdas dan mandiri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abdul Waris merinci ada 2 pilar utama dalam program ini.
Pertama, Pendidikan Keaksaraan terdiri dari Keaksaraan Dasar dan Keaksaraan Lanjutan.
Kedua, Pemberdayaan Remaja dan Perempuan melalui Program Desa Binaan SKB dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P).
“Untuk pemberdayaan, sasarannya kemandirian ekonomi berbasis keluarga. Ibu-ibu dan remaja putri akan dibekali keterampilan menjahit, mengolah pangan lokal, hingga kerajinan tangan,” kata Abdul Waris.
“Dari tangan-tangan kreatif itulah lahir harapan produk bernilai jual, tambahan penghasilan, dan masa depan anak-anak yang bisa disekolahkan setinggi-tingginya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Abdul Waris menyampaikan saat ini Kabgor memiliki 29 lembaga pendidikan nonformal. Terdiri dari 6 SKB, 22 PKBM, dan 1 PKBM di Lapas Perempuan Hutuo.
Untuk Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, C tercatat 6.524 peserta di tahun 2025/2026.
Pada 2026, Dikbud menargetkan 1.326 peserta dengan anggaran Rp696.400.000. Rinciannya Keaksaraan Dasar 234 orang, Keaksaraan Lanjutan 731 orang, Pemberdayaan Remaja Perempuan 151 orang, dan PKH-P 210 orang.
“Dengan program ini kami berharap angka buta aksara di Gorontalo yang saat ini 1,36 persen bisa terus ditekan,” pungkasnya. (Adv)






