GOSULUT.ID – Selama beberapa hari di ibukota (Jakarta) Komisi III III DPRD Provinsi Gorontalo terus melakukan gerilya kebeberapa lembaga dan kementerian. Langkah ini sebagai komitmen “Merampas Bola” dalam rangka memperjuangkan anggaran yang sebanyak-banyaknya untuk daerah tercinta.
Upaya ini ternyata membawa secercah harapan positif seperti saat Espin Tulie, Sun Biki, I Wayan Sudiarta, Syarifudin Bano dengan anggota Komisi I, Ekhwan Ahmad, mengunjungi Kementerian PU dengan mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Freddy Siagian, Kamis (22/01/2026).
“Alhamdulillah kami diterima dengan sangat baik oleh bapak Freddy bersama para jajarannya, ” Ujar Ketua Komisi III, Espin Tulie.
Dikatakan, pertemuan dirinya bersama rekan-rekannya bukan sekedar menyampaikan uneg-uneg terhadap persoalan infrastruktur jalan dan jembatan tapi sekaligus memasukan permohonan berupa proposal dengan harapan dapat ditindaklanjuti di tahun 2026.
“Pada kesempatan itu kami menyerahkan langsung proposal sejumlah program infrastruktur yang bukan saja perlu mendapat perhatian tapi harus segera dapat di tangani pada tahun ini diantaranya melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD),” Imbuhnya.
Menurut espin, sinergi dan kolaborasi yang dilakukan tersebut sangatlah penting ditengah kebijakan efisien anggaran yang dampaknya begitu dirasakan oleh daerah apalagi Provinsi Gorontalo tidak lama lagi akan menggelar hajatan berskala nasional yakni Pekan Nasional Petani Dan Nelayan Penas Ke XV11 yg akan di gelar 20 hingga 26 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo.
“Terkait hal itu, beliau menyampaikan ada dua alternatif yang disampaikan beliau untuk percepatan pembangunan dlm rangka pelaksanaan Penas, yaitu melalui jalur IJD atau diskresi langsung bapak mentri.
Dikatakan, atas penyampaian Direktur tadi, Komisinya berharal lewat jalur apapun asalkan bisa terakomodir usulan ruas jalan dan jembatan.
“Termasuk proposal yang kami usulkan dan serahkan langsung ke bapak direktur dgn harapan bisa di tindak lanjuti tahun anggaran 2026 ini, ” Sambungnya.
Dijelaskan, usulan koridor kementrian PU Fokus pada konektivitas koridor jalan kabupaten kota, koridor Provinsi sampai ke jalan Nasional olehnya jika pemda mengusulkan harus melihat konektivitas agar jalan yang dibangun terhubung satu dgn lainnya atau ada ujungnya.
“Tematik dan mendukung ketahanan pangan dengan mengutamakan persyaratan yang harus disiapkan baik itu disain, lahan, hasil survei dituangkan dalam berita acara. Perlu ada sinkronisasi dan koordinasi antara dinas PU kabupaten kota dan provinsi untuk melahirkan hasil yang maksimal dan terukur, ” Tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, adapun koridor kawasan transmigrasi dipastikan dari pusat produksi pangan sampai ke simpul transportasi. Rancangan anggaran yang telah ditelaah memungkinkan dibangun beberapa ruas jalan melalui prioritas anggaran dalam bentuk diskresi.
“Kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah baik kabupaten kota dan provinsi sangat diharapkan untuk percepatan pembangunan yang ada di provinsi Gorontalo dan DPRD khususnya Komisi 3 akan mengawal terus agar beroleh hasil yang sangat memuaskan,” Katanya.
Tidak lupa espin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan rakyat gorontalo atas penanganan sejumlah ruas jalan dan jembatan di gorontalo.
“Baik jalan nasional, jalan provinsi dan jalan daerah pada tahun 2025 sebesar Rp544 Miliar dan tidak jalan penting kepada kementerian PU yang masih menggelontorkan anggaran buat 10 ruas jakan daerah antara lain utk jalan di kab Gorontalo, Boalemo dan Pohuwato,” Pungkasnya.
















