GOSULUT.ID – Selain mempertemukan ribuan petani dan nelayan dari seluruh nusantara, penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo juga memicu perputaran ekonomi lokal. Sektor paling terasa dampaknya adalah perhotelan.
Arus kedatangan peserta yang mencapai ribuan orang membuat okupansi hotel di Gorontalo naik drastis. Banyak penginapan bahkan sudah menerima reservasi jauh sebelum acara resmi dimulai.
Satu di antaranya adalah Eljie Hotel, Kota Gorontalo. Walaupun jaraknya tidak dekat dengan venue utama PENAS, hotel ini tetap dipilih banyak kontingen dari luar daerah.
Ali Rajab selaku Manager Eljie Hotel mengatakan event nasional ini mendongkrak tingkat keterisian kamar mereka secara signifikan. Dari 30 unit kamar, sebanyak 24 unit sudah terisi penuh oleh peserta PENAS selama kurang lebih 7 hari.
“Untuk PENAS kali ini, kamar kami habis dipesan peserta. Dari 30 kamar yang ada, 24 kamar sudah terisi dan digunakan selama hampir seminggu,” kata Ali.
Penghuni kamar di Eljie berasal dari berbagai provinsi, termasuk Kalimantan Utara dan Medan. Sebagian pemesanan juga dilakukan lewat aplikasi online, sehingga asal kontingen belum sepenuhnya tercatat.
Permintaan kamar yang tinggi berimbas pada penyesuaian harga. Ali menyebut tarif menginap naik sekitar 20 sampai 30 persen sepanjang PENAS. Dari harga normal Rp300 ribu per malam, kini menjadi Rp350 ribu.
Ali menilai agenda berskala nasional seperti PENAS memberi keuntungan besar bagi pelaku usaha di daerah. Ia berharap Gorontalo kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan serupa.
“Kami sangat mengapresiasi. Efeknya nyata, hampir semua kamar terisi. Harapan kami, event nasional bisa lebih sering digelar di Gorontalo supaya manfaat ekonominya makin meluas,” ungkapnya.
Tak hanya di hotel, sejumlah peserta lainnya juga menempati homestay yang difasilitasi Pemda.






























