Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Kapolda Gorontalo Jadi Pembina Upacara di SMAN 1 Limboto, Ingatkan Siswa Bahaya Hoaks dan Cyberbullying

77
×

Kapolda Gorontalo Jadi Pembina Upacara di SMAN 1 Limboto, Ingatkan Siswa Bahaya Hoaks dan Cyberbullying

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Suasana berbeda terlihat di lapangan SMAN 1 Limboto, Senin (02/11/2026). Upacara bendera yang rutin digelar setiap Senin pagi itu menghadirkan pembina upacara Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Nurworo Danang.

Kehadiran Kapolda ini merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan, sebuah wujud sinergitas antara Kepolisian dengan dunia pendidikan untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Dalam amanatnya, Kapolda Gorontalo memberikan arahan tegas terkait persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar saat ini, yakni penyebaran hoaks atau berita bohong dan perundungan siber (cyberbullying).

“Anak-anakku sekalian, kita hidup di era digital di mana informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, dan berbagai platform lainnya,” ujar Irjen Pol. Nurworo Danang.

Ia menegaskan hoaks bukanlah persoalan sepele yang dapat merusak nama baik siswa maupun guru dan memecah persahabatan. Kapolda pun membeberkan empat langkah sederhana sebelum membagikan informasi: Periksa Sumbernya, Periksa Waktu dan Konteksnya, Bandingkan dengan Sumber Lain, dan Pikirkan Dampaknya.

Selain hoaks, Kapolda juga mengingatkan bahaya perundungan siber seperti menghina teman di medsos, menyebarkan foto tanpa izin, membuat akun palsu, atau menyebarkan tuduhan yang belum terbukti.

“Saya tegaskan, jangan pernah menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan atau mempermalukannya di media sosial. Di balik setiap akun terdapat manusia yang memiliki perasaan dan harga diri,” katanya.

Jika melihat atau menjadi korban, siswa diminta tidak membalas, melainkan menyimpan bukti dan segera melapor kepada guru, orang tua, atau menghubungi Call Center Polri 110.

Kapolda juga menyampaikan tiga pesan utama: Pertama, Saring Sebelum Sharing. Kedua, Cek Fakta Sebelum Percaya. Ketiga, Gunakan Media Sosial Untuk Prestasi, Bukan Provokasi.

Kegiatan Kapolda ini pun mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, AP, M.Ec.Dev. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Kapolda terhadap dunia pendidikan di Gorontalo.

“Kami dari Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Kapolda Gorontalo. Program Polisi Peduli Pendidikan ini sangat luar biasa dan sangat kami butuhkan untuk membentuk karakter siswa yang cerdas dan beretika,” ujar Sudarman.

Menurutnya, edukasi tentang literasi digital, bahaya hoaks dan bullying sangat penting untuk membentengi siswa dari pengaruh negatif media sosial. Ia berharap program ini tidak berhenti di SMAN 1 Limboto saja, tapi bisa berlanjut ke sekolah-sekolah lain di Provinsi Gorontalo.

“Ini sinergitas yang sangat positif. Kami berharap kerjasama antara Polda Gorontalo dan Dinas Pendidikan terus diperkuat untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan kondusif,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Limboto Dr. Hj. Ester Yunginger, M.Pd juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran Kapolda.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Gorontalo yang berkenan hadir sebagai pembina upacara di SMAN 1 Limboto. Ini menjadi kebanggaan dan motivasi luar biasa bagi kami, baik guru maupun siswa,” ujar Ester.

Ia berkomitmen menindaklanjuti arahan Kapolda dengan memperkuat literasi digital dan pengawasan karakter siswa di lingkungan sekolah.

“Apa yang disampaikan Bapak Kapolda tadi adalah bekal penting bagi anak-anak kami. Kami berharap sinergitas ini terus berlanjut untuk mewujudkan generasi yang bijak bermedia sosial,” pungkasnya.

Kegiatan upacara diakhiri dengan komitmen bersama untuk tidak membuat dan menyebarkan informasi palsu serta membangun lingkungan sekolah yang aman, damai, dan bebas dari perundungan.

Share :