Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

BI dan TPID Gorontalo Kompak, Siapkan 4 Jurus Jaga Harga Pangan dari El Nino Ekstrem

69
×

BI dan TPID Gorontalo Kompak, Siapkan 4 Jurus Jaga Harga Pangan dari El Nino Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Bambang Satya Permana.
 

GOSULUT.ID – Bank Indonesia (BI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Gorontalo kompak menyiapkan strategi untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah ancaman El Nino kategori sangat kuat.

Fenomena iklim ekstrem tersebut diprediksi menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan, termasuk di Gorontalo, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Ramadan dan Idul Fitri 2027.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kekhawatiran itu tercermin dari data inflasi Gorontalo yang cukup tinggi. Pada September 2026, inflasi tahunan Gorontalo tercatat 5,46 persen (year-on-year), dengan inflasi kumulatif Januari hingga September mencapai 4,44 persen (year to date).

Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar inflasi pada bulan tersebut, dengan andil mencapai 1,46 poin persentase.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Bambang Satya Permana menegaskan, pengendalian inflasi harus dilakukan melalui sinergi dan langkah yang konsisten.

“Berkaca pada tahun 2025, TPID Gorontalo berhasil mengendalikan inflasi hingga dinobatkan sebagai TPID Berkinerja Terbaik dalam ajang TPID Awards 2026,” tegas Bambang dalam kegiatan PIRAMIDA (Ngopi Bareng Insan Media) di Ruang Rapat Otanaha, Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Rabu (28/10/2026).

“Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan harga ke depan,” sambungnya.

Sinergi tersebut juga diperkuat dalam forum Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) wilayah Sulampua yang digelar di Makassar pada 23 Oktober 2026. Forum yang dihadiri Menteri Pertanian, Anggota Dewan Gubernur BI, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta kepala daerah se-Sulawesi, Maluku, dan Papua ini menyepakati pentingnya menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan di Kawasan Timur Indonesia.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, kata dia, TPID Gorontalo menyiapkan 4 jurus atau strategi 4K.

Pertama, Keterjangkauan Harga, melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, dan bantuan pangan.

Kedua, Ketersediaan Pasokan, melalui gerakan menanam di pekarangan rumah atau Agro Mopomulo, perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta dukungan sarana produksi pertanian.

Ketiga, Kelancaran Distribusi, dengan memfasilitasi distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit.

Keempat, Komunikasi Efektif, melalui koordinasi TPID, High Level Meeting (HLM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pemantauan harga, inspeksi pasar, serta edukasi belanja bijak dan diversifikasi pangan.

Melalui sinergi ini, diharapkan risiko tekanan harga dapat diantisipasi, stok komoditas strategis aman, dan distribusi tetap lancar menjelang Nataru dan Ramadan 2027.

Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan mengonsumsi pangan lokal sebagai alternatif. Sementara pedagang dan distributor diharapkan menjaga kewajaran harga demi stabilitas dan kesejahteraan bersama.

Share :