Scroll ke bawah untuk membaca
Hukrim

Biadab! Pengelola Panti Asuhan di Kabupaten Gorontalo Diduga Sodomi hingga Lecehkan Anak Asuh

148
×

Biadab! Pengelola Panti Asuhan di Kabupaten Gorontalo Diduga Sodomi hingga Lecehkan Anak Asuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
 

GOSULUT.ID – Perbuatan tak senonoh diduga dilakukan oknum pengelola panti asuhan di Kabupaten Gorontalo. Pria yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak-anak asuhnya itu justru diduga menjadi predator seksual bagi mereka.

Kasus kekerasan seksual ini kini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gorontalo.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Penyidik PPA Polres Gorontalo, Brigadir Jabal Nur membenarkan kasus tersebut. Ia mengatakan laporan masuk setelah sekelompok warga mendatangi Mapolres Gorontalo untuk meminta perlindungan bagi anak-anak panti yang diduga menjadi korban.

“Tim kami langsung menuju lokasi panti asuhan untuk mengamankan anak-anak yang terindikasi sebagai korban,” ungkap Jabal saat diwawancarai awak media, Senin (26/10/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan ada empat orang anak di bawah umur yang menjadi korban. Rinciannya, satu orang anak laki-laki yang diduga disodomi dan tiga orang anak perempuan diduga mengalami pelecehan seksual.

Yang lebih mencengangkan, aksi bejat tersebut diduga telah berlangsung lama.

“Kejadian ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu, tepatnya pada tahun 2024,” tegas Jabal.

Dalam kasus ini, penyidik telah mengantongi bukti penting berupa rekaman video yang diambil oleh salah satu saksi di lokasi kejadian.

“Karena melihat video yang sempat diperlihatkan. Karena di kasus sodomi itu ada video yang sempat diambil oleh salah satu saksi,” jelasnya.

Meski telah dilaporkan, terduga pelaku yang merupakan pengelola panti asuhan itu hingga kini masih berada di lingkungan panti asuhan.

“Untuk pemanggilannya secepatnya, karena kami belum melakukan pemeriksaan kepada pelapor sendiri secara lebih mendalam. Karena kemarin baru pemeriksaan awal,” pungkas Jabal.

Saat ini, keempat korban yang masih berstatus pelajar tersebut mengalami trauma berat. Bahkan salah satu korban tampak menutup diri dan ketakutan saat hendak dimintai keterangan oleh penyidik.

Share :