GOSULUT.ID – Pansus DPRD Provinsi Gorontalo yang membahas terkait Ranperda Kepemudaan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam rangka melihat dari dekat penerapan pelaksanaan ranperda tersebut
Selain bertemu dengan pemerintah daerah, pansus yang dinakhodai Ghalib Lahidjun ini juga melakukan pertemuan dan diskusi dengan salah satu pengurus organisasi Kepemudaan yang ada di daerah itu, yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Sabtu (22/11/2025).
Bersama anggota Pansus Limonu Hipi, Hamzah Muslimin, Moh. Iqbal Al Idrus, Gustam Ismail, dan Ekwan Ahmad, serta didampingi oleh tim Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo diterima langsung oleh Sekretaris KNPI DIY, Agung Widyanto.
“Kunjungan ke Yogyakarta dalam rabgka membuka perspektif baru bagi pihaknya dalam merancang kebijakan dan program kepemudaan,” ujar Ghalib.
Dikatakan, didalam pikiran Pansus kepemudaan adalah bagaimana bisa mensubsidi anggaran sebanyak-banyaknya untuk organisasi kepemudaan.
“Tapi setelah berdiskusi dengan teman-teman KNPI DIY, kami memahami bahwa yang paling strategis itu adalah sinergitas yang dirancang melalui rencana aksi daerah. Kemudian anak-anak muda didorong untuk terlibat dalam kegiatan itu,” imbuhnya.
Ghalib menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif melalui program-program yang terarah lebih efektif daripada sekadar menambah besaran subsidi anggaran,
“Karena mampu menciptakan dampak jangka panjang dan mendorong partisipasi aktif pemuda di berbagai sektor,” sambungnya kembali
Ditempat yang sama Sekretaris KNPI DIY, Agung Widyanto, memaparkan berbagai program kreativitas pemuda di Yogyakarta yang selama ini menjadi motor penggerak sektor kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
Di DIY ada program kreativitas pemuda sehingga banyak anggaran dialokasikan untuk pengembangan UMKM dan wirausaha muda. Sektor-sektor kreatif itu disuport melalui regulasi agar semua anak muda bisa terfasilitasi,”jelas Agung.
Ia berharap sinergi antarwilayah terus diperkuat agar semangat dan etos pemuda dapat digelorakan secara nasional.
“Sinergi antara provinsi ini sangat bagus. Kita saling belajar dan berkomunikasi sehingga bisa menggaungkan etos pemuda di seluruh Indonesia,” cetusnya.








