Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Dampak PENAS KTNA XVII di Kabupaten Gorontalo Terasa: Jalan Mulus dan Ruang Publik Rapi

63
×

Dampak PENAS KTNA XVII di Kabupaten Gorontalo Terasa: Jalan Mulus dan Ruang Publik Rapi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi dampak positif agenda PENAS KTNA XVII di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. (Foto: AI/Gosulut)

GOSULUT.ID – Hitung mundur pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII tahun 2026 terus berjalan. Meski acaranya belum dimulai, manfaat dari event nasional itu sudah mulai dirasakan langsung oleh warga Kabupaten Gorontalo.

Bupati Kabulaten Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan PENAS KTNA XVII bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan daerah yang hasilnya bisa dinikmati masyarakat jauh sebelum tamu dari seluruh Indonesia tiba.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“PENAS bukan hanya soal kedatangan peserta dari berbagai daerah. Tapi bagaimana momentum ini kita jadikan pengungkit pembangunan. Alhamdulillah, pembenahan yang dilakukan sekarang sudah mulai dirasakan manfaatnya,” ujar Bupati Sofyan.

Dampak paling nyata terlihat di sektor infrastruktur. Pemkab Gorontalo bersama pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan strategis yang selama ini jadi keluhan warga.

Ruas jalan yang tengah ditangani antara lain Jalan Hasan Dangkua di Hunggaluwa, Jalan Samsu Biya di Hepuhulawa, Jalan Abdurrahman Moito di Dutulanaa, dan Jalan Notu Badu di samping Polres Gorontalo.

“Perkiraan 10 sampai 15 hari ke depan, sebagian besar ruas ini sudah bisa dilalui lebih nyaman, baik oleh masyarakat maupun tamu PENAS,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo Risman Umar.

Selain jalan utama, penanganan juga menyasar ruas lingkungan dan permukiman, termasuk wilayah Hutuo. Saat ini pekerjaan fokus pada penyempurnaan utilitas seperti drainase, bahu jalan, dan culvert box di sekitar Sport Center Limboto.

Wajah ibu kota kabupaten juga terus dipercantik. Kawasan GOR David-Tony direvitalisasi mulai dari panggung utama, wisma atlet, pagar, gerbang, hingga area panggung peringatan HUT RI. Penataan serupa dilakukan di Pentadio Resort untuk menambah daya tarik wisata bagi ribuan peserta PENAS.

Tak ketinggalan, Taman sekaligus Menara Limboto juga tengah direvitalisasi menjadi ruang publik modern yang diproyeksikan sebagai ikon baru Kabupaten Gorontalo.

Berbagai pembenahan ini membuktikan PENAS KTNA XVII telah menjadi katalisator percepatan pembangunan. Infrastruktur lebih baik, fasilitas publik lebih representatif, dan kawasan perkotaan lebih tertata diharapkan jadi warisan yang terus dinikmati warga setelah event selesai.

Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, dan swasta, Kabupaten Gorontalo optimistis PENAS KTNA XVII tidak hanya sukses sebagai hajatan nasional, tapi juga jadi titik balik transformasi daerah menuju kabupaten yang lebih maju, nyaman, dan berdaya saing.

Share :  
error: Content is protected !!