Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

64 Warga Kabupaten Gorontalo Dibekali Skill, Siap Masuk Dunia Kerja

287
×

64 Warga Kabupaten Gorontalo Dibekali Skill, Siap Masuk Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Sebanyak 64 warga Kabupaten Gorontalo telah menyelesaikan Pelatihan Berbasis Kompetensi Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Batch I Tahun 2026. Mereka dibekali keterampilan praktis agar siap bersaing dan masuk ke dunia kerja.

Pelatihan yang digelar Disnakertrans di Aula UPTD BLK Limboto, Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Sabtu (16/5/2026) ini ditutup langsung oleh Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Penutupan berlangsung di hadapan peserta dari empat bidang keterampilan, yakni komputer, make up artis, servis sepeda motor injeksi, dan menjahit pakaian menggunakan mesin.

Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi mengapresiasi peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik.

“Keberhasilan saudara-saudari menyelesaikan pelatihan ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas diri dan daya saing dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujar Sofyan Puhi.

Ia menegaskan, persaingan dunia kerja saat ini semakin ketat. Pencari kerja tidak cukup hanya mengandalkan ijazah formal, tetapi juga harus memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.

“Pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Gorontalo senantiasa berupaya meningkatkan kompetensi para pencari kerja melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan keterampilan, yang didukung pendanaan dari APBN maupun APBD,” jelasnya.

Sofyan menyebut pelatihan vokasi bukan kegiatan seremonial, melainkan investasi nyata untuk pembangunan sumber daya manusia. Melalui pelatihan ini, peserta mendapat bekal keterampilan teknis, pengetahuan, serta sikap kerja profesional.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka pengangguran melalui program peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan program serupa agar lahir tenaga kerja adaptif, kreatif, dan beretos kerja tinggi.

Sofyan juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan lulusan terserap di dunia kerja atau mampu menciptakan usaha mandiri.

Dengan selesainya pelatihan ini, 64 warga diharapkan dapat menjadi tenaga kerja unggul yang siap bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan global. (Adv)

Share :  
error: Content is protected !!