Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Kementerian Haji dan Umrah Kabgor Minta Maaf usai Pelayanannya Dikeluhkan Warga

68
×

Kementerian Haji dan Umrah Kabgor Minta Maaf usai Pelayanannya Dikeluhkan Warga

Sebarkan artikel ini
Tempat pendaftaran peserta calon jemaah haji di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gorontalo. (Foto: Aldy/Gosulut)

GOSULUT.ID – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gorontalo menyampaikan permohonan maaf usai pelayanannya dikeluhkan warga di media sosial.

Keluhan itu terkait proses pengambilan foto bagi calon jemaah perempuan yang menggunakan cadar saat pendaftaran haji.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gorontalo, Rindah Kohongia mengatakan pihaknya telah mengevaluasi kejadian tersebut dan berkomitmen untuk berbenah.

“Secara pribadi dan seluruh staf kami mohon maaf atas ketidaknyamanan terkait pelayanan kami. Karena kami masih serba kekurangan,” ujar Rindah Kohongia saat diwawancarai awak media.

Rindah menjelaskan keluhan muncul saat ada jemaah perempuan bercadar datang mendaftar bersama suaminya. Petugas perempuan meminta jemaah membuka cadar sebentar untuk keperluan dokumentasi identitas.

“Si bapak ini keberatan, karena tidak mau berfoto di depan umum karena istrinya pakai cadar. Saat itu saya sampaikan (kepada para pendaftar laki-laki), kalau bisa keluar dulu sebentar karena ini ada yang buka cadar sebentar untuk foto,” jelas Rindah.

Sebagai langkah awal, pihaknya menyediakan papan pengumuman sebagai sekat pembatas saat pengambilan foto.

“Kami membuat papan khusus untuk pembatas ketika ada jemaah yang tidak bisa kelihatan wajahnya. Supaya wajah mereka tidak kelihatan,” katanya.

Rindah mengakui Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gorontalo yang baru berusia 1 tahun lebih masih memiliki keterbatasan fasilitas dan ruangan.

“Kenapa kemarin kami tidak sediakan ruangan? Karena memang kita ini kan baru setahun dan masih kekurangan ruangan. Ruangan yang ada sudah ditempati,” ungkapnya.

Ia memastikan ke depan akan ada perbaikan. Pihaknya akan menyiapkan ruangan khusus bagi jemaah bercadar yang memerlukan privasi.

“Dengan kejadian ini insyaallah kami tetap akan berbenah. Nanti kami akan sediakan tempat khusus bagi jemaah yang memang memerlukan, yang bercadar khususnya yang tidak bisa dikenali,” tegasnya.

Selain itu, mereka juga tengah mempersiapkan fasilitas pelayanan yang lebih ramah, seperti untuk lansia dan ibu menyusui.

“Kami harus mempersiapkan semua fasilitas yang memang dibutuhkan. Kami sementara mempersiapkan misalnya ada ibu-ibu yang menyusui. Itu kami akan menyediakan tempat,” pungkas Rindah.

Share :