GOSULUT.ID – Pelaksanaan kegiatan Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo sejak 11 sampai 13 September bukan hanya pameran atau showcasing saja.
Hal ini ditegaskan Bambang Satya Permana selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo, Sabtu (12/09/2026).
Ia menuturkan, pada awalnya, Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) ini hanyalah sebuah showcasing, tempat pameran produk-produk UMKM, namun seiring berkembangnya waktu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Dekranasda mendorong kegiatan tersebut bukan sebagai showcasing saja.
“Tapi juga meliputi aspek ekonomi kreatif, pariwisata, kuliner, tata kelola, inovasi produk berlanjut, digitalisasi, dan keterlibatan generasi muda Gorontalo untuk terus bangga dan melestarikan warisan budaya gorontalo, ” tuturnya.
Untuk itu ia menyampaikan bahwa yang sebelumnya dikenal dengan HACF atau Hulonthalo Art and Craft Festival berubah menjadi HARFEST.
“Olehnya pada kegiatan HARFEST ini kami ingin mendorong inovasi baru yang berkelanjutan untuk produk-produk UMKM Gorontalo, baik itu terkait dengan wastra, olahan pangan, maupun kerajinan-kerajinan yang merupakan warisan budaya Gorontalo, “sambung bambang.
Ia menambahkan, pada HARVEST tahun ini terjadi peningkatan jumlah UMKM yang terlibat. Kalau di tahun 2025 ada 135 UMKM yang ada di sekitar GPCC ini.
“Sekarang kami hadirkan 165 UMKM, dan itu belum termasuk UMKM yang ada di jalan-jalan yang juga terlibat dan mendapatkan manfaat dari kegiatan HARVEST tahun 2026 ini, “imbuhnya kembali.
Ia berharap kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu , benar-benar akan berdampak pada perekonomian Gorontalo,
“Khususnya bagaimana kita mendorong UMKM ini sebagai lokomotif perekonomian di Gorontalo, “tandas bambang.








