Scroll ke bawah untuk membaca
Kontrol

PLN Peduli Dorong Desa Dunu Masuk Fase Hilirisasi dan Konservasi Berbasis Elektrifikasi

27
×

PLN Peduli Dorong Desa Dunu Masuk Fase Hilirisasi dan Konservasi Berbasis Elektrifikasi

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Memasuki tahun ketiga pendampingan, Program TJSL PLN Peduli di Desa Dunu, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, mulai bergerak dari fase pemberdayaan menuju hilirisasi dan kemandirian masyarakat.

Program yang diinisiasi PLN UIP3B Sulawesi dan UPT Manado bersama Sepadan Ruang Indonesia ini pada 2026 memfokuskan pengembangan pada dua ruang utama, yakni Integrated Edu-Conservation Area (IECA) – Penangkaran Penyu Partisipatif dan Rumah Produksi UMK Masyarakat EDUNA (Ekonomi Dunu Berdaya).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

IECA dikembangkan sebagai kawasan konservasi-edukasi yang mengintegrasikan penangkaran penyu, budidaya bubara, transplantasi terumbu karang, dan kawasan mangrove. Kawasan ini juga diarahkan menjadi living laboratory dan ruang wisata edukatif berbasis masyarakat.
Pengelolaannya diperkuat melalui keberadaan Eco-Ranger, yang melibatkan masyarakat lokal sebagai penggerak konservasi sekaligus pendukung wisata edukatif. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pesisir yang tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Pada pilar ekonomi, PLN Peduli mendorong pembangunan Rumah Produksi Masyarakat sebagai pusat hilirisasi hasil akuakultur dan agrikultur. Potensi lokal seperti bubara, cakalang, pepaya, dan kacang merah dikembangkan menjadi produk olahan dengan dukungan peningkatan proses produksi, legalitas usaha dan produk, serta pengemasan yang lebih berkualitas.

Pengembangan tersebut diperkuat melalui konsep Electrifying Aqua-Agriculture, yaitu pemanfaatan mesin dan peralatan berbasis listrik untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Dalam dokumen program, konsep ini menjadi bagian dari integrasi tiga pilar Desa Berdaya: ekologi, edukasi, dan ekonomi.

Kepala Desa Dunu, Indriyati Kulupani, mengapresiasi konsistensi pendampingan PLN Peduli yang telah berlangsung selama tiga tahun.

“Kami sangat mengapresiasi PLN Peduli yang terus menemani proses pengembangan Desa Dunu. Dari penghijauan, penguatan pariwisata dan UMK, hingga sekarang masuk pada konservasi dan hilirisasi produk masyarakat. Harapan kami, seluruh proses ini menjadi fondasi agar Dunu tumbuh sebagai Desa Wisata Pesisir yang mandiri dan berdaya saing.”

Arah pengembangan 2026 memang ditempatkan sebagai tahap penyediaan ruang pendukung untuk keberlanjutan konservasi pesisir serta hilirisasi produk masyarakat agar lebih siap memasuki pasar. Bagi Desa Dunu, 2026 bukan akhir dari tiga tahun pendampingan. Ia justru menjadi titik awal ketika hasil pemberdayaan mulai dipersiapkan untuk berdiri dengan kekuatan masyarakatnya sendiri.

Share :  
error: Content is protected !!