Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

IDI Gorontalo Kecam Dugaan Kekerasan dan Perusakan Fasilitas di RSIA Sitti Khadijah

42
×

IDI Gorontalo Kecam Dugaan Kekerasan dan Perusakan Fasilitas di RSIA Sitti Khadijah

Sebarkan artikel ini
Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N, FISQUa.

GOSULUT.ID – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo mengecam keras dugaan insiden pengancaman, kekerasan, dan perusakan fasilitas di lingkungan RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Peristiwa itu terjadi dalam rangkaian pelayanan terhadap seorang pasien anak.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N, FISQUa dalam konferensi pers, Minggu (13/9/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

dr. Isman menegaskan IDI Gorontalo tidak mentolerir segala bentuk pengancaman, intimidasi, kekerasan, dan perusakan di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami mengecam keras kejadian ini. Kami mendukung dan memberikan pendampingan kepada dokter yang menjadi korban dalam menjalankan tugas profesinya sesuai standar dan etika,” ujar dr. Isman Jusuf.

IDI juga meminta manajemen RSIA Sitti Khadijah segera memberikan perlindungan dan bantuan hukum kepada seluruh petugas yang menjadi korban.

Selain itu, IDI mendukung proses hukum yang profesional dan objektif terhadap pihak yang diduga melakukan tindak kekerasan.

“Keselamatan pasien dan keselamatan tenaga kesehatan tidak boleh bertentangan. Keduanya adalah bagian dari pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu,” tegasnya.

IDI Wilayah Gorontalo percaya rumah sakit harus tetap menjadi tempat yang aman untuk mencari pertolongan, dan tempat dokter serta tenaga kesehatan dapat bekerja tanpa rasa takut.

Menanggapi insiden tersebut, IDI Wilayah Gorontalo mengeluarkan 9 poin sikap:

1. Mengecam keras segala bentuk kekerasan di fasilitas kesehatan.

2. Memberikan pendampingan hukum bagi dokter korban.

3. Meminta perlindungan dan bantuan hukum dari manajemen RS.

4. Mendukung proses hukum profesional terhadap pelaku.

5. Meminta audit internal menyeluruh terhadap pelayanan dan rujukan di RSIA.

6. Meminta BPJS Kesehatan melakukan klarifikasi status penjaminan pasien.

7. Mendorong seluruh RS di Gorontalo meningkatkan sistem keamanan.

8. Mengimbau masyarakat menyelesaikan keluhan lewat jalur sah dan bermartabat.

9. Menegaskan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan adalah satu kesatuan.

Share :