Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

PWM Gorontalo Kutuk Keras Kegaduhan di RSIA Sitti Khadijah, Minta Aparat Bertindak

219
×

PWM Gorontalo Kutuk Keras Kegaduhan di RSIA Sitti Khadijah, Minta Aparat Bertindak

Sebarkan artikel ini
Direktur RSIA Sitti Khadijah dr. Rusli Katili bersama Ketua PWM Gorontalo Sabara Karim Ngou. (Foto: Aldy/Gosulut)

GOSULUT.ID – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Gorontalo, Sabara Karim Ngou mengutuk keras kegaduhan yang terjadi di RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo pada Jumat (11/9) malam yang videonya telah menyebarluas di media sosial.

Ia menegaskan rumah sakit tersebut merupakan amal usaha milik Muhammadiyah yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Secara prosedural dan secara terang, amal usaha ini dipimpin oleh pimpinan pusat. Berdasarkan laporan dan pemberitaan di media online, kami sangat mengutuk kegaduhan yang terjadi di rumah sakit,” ujar Sabara, Sabtu (12/9/2026).

Sabara menjelaskan amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial tidak hanya untuk warga Muhammadiyah.

“Kenapa kami mengutuk? Karena kami punya amal usaha, baik itu rumah sakit maupun pendidikan. Itu tidak semata-mata untuk keluarga Muhammadiyah, tapi ini fasilitas umum yang membantu seluruh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia mencontohkan, siapa pun boleh berobat, kuliah, maupun bersekolah di lembaga milik Muhammadiyah tanpa memandang latar belakang.

“Jangankan kita bersama orang Islam, saudara-saudara kita yang non muslim pun silakan berobat, silakan kuliah, silakan sekolah. Karena misi kami adalah bagaimana umat yang membutuhkan pendidikan, kesehatan, dan sosial bisa terlayani dengan baik,” jelas Sabara.

Menurut dia, jika ada kekurangan dalam pelayanan itu hal yang wajar. Namun harus diselesaikan dengan komunikasi, bukan dengan kekerasan.

“Kalau ada sesuatu hal dari sisi pelayanan yang masih jauh dari sempurna, itu wajar. Tapi perlu dikomunikasikan dengan baik. Tidak harus serta-merta dengan kekerasan. Itu yang paling tidak baik,” tegasnya.

Ia juga mengecam adanya ancaman pembakaran terhadap rumah sakit.

“Belakangan ini juga ada yang melontarkan ancaman untuk membakar rumah sakit. Dari Muhammadiyah sendiri kami sangat mengutuk. Itu tidak pantas terjadi,” ucapnya.

“Bisa dibayangkan, kami dengan susah payah membangun ini. Bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan masyarakat Provinsi Gorontalo,” tambahnya.

Sabara berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut karena Indonesia adalah negara hukum.

“Kalau ada ancaman-ancaman seperti itu, kami sangat setuju agar penegak hukum secepatnya melakukan tindakan. Kami percaya proses ini sudah ditangani kepolisian. Biarlah aparat hukum bertindak sesuai prosedur,” katanya.

Ia juga menyebut PWM memiliki Kokam dan Tapak Suci, namun memilih menyerahkan sepenuhnya kepada aparat agar situasi tetap kondusif.

PWM juga tengah berupaya mengembangkan RSIA Siti Hadijah agar pelayanan kesehatan di Gorontalo semakin baik.

“Sekarang kami berusaha mengembangkan rumah sakit ini. Di belakang kami sementara memacu pembangunan. Tujuannya agar masyarakat Provinsi Gorontalo yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa terpenuhi dan terlayani dengan sebaik-baiknya,” pungkas Sabhara.

Share :