GOSULUT.ID – Belakangan ini publik Bone Bolango dikejutkan oleh pernyataan Bupati Ismet Mile yang menuding adanya gerakan politik jahat yang ingin melengserkan dirinya dari jabatan bupati.
Bahkan disebut-sebut bahwa isu negatif yang kini sedang hangat tersebut turut menyeret nama keluarganya, setelah adanya rekaman pembicaraan yang terindikasi melibatkan oknum pejabat yang ada dibonebolango dengan membawa nama anak dan istri bupati.
Namun perlu ditegaskan secara proporsional, bahwa kekhawatiran tersebut hanyalah bentuk ketakutan yang berlebihan dari seorang kepala daerah yang seharusnya lebih mengedepankan transparansi dan akuntabilitas, bukan menebar narasi seolah-olah dirinya sedang dizalimi oleh kekuatan politik tertentu.
Pak bupati harusnya menclearkan rekaman dugaan bagi-bagi Proyek, bukan malah justru menciptakan narasi seolah menuduh pihak lain.
Fakta dari semua kecurigaan ini adalah, publik disuguhkan potongan rekamaan yang isi di dalamnya terdapat percakapan salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Bone Bolango yang turut menyebut nama anak-anak dan istri bupati dalam konteks dugaan keterlibatan dalam permainan proyek.
Maka sangat keliru apabila kemudian isu ini dibelokkan menjadi seolah-olah konspirasi politik untuk menjatuhkan kekuasaan.
Justru yang harus dilakukan oleh Bupati Ismet Mile hari ini adalah:
1. Memeriksa secara internal para pejabat yang terekam dalam video percakapan tersebut untuk memastikan kebenaran isi pembicaraan yang sempat menyebut nama anak dan istrinya.
2. Mendorong agar video tersebut dibuka dan diserahkan ke aparat penegak hukum, agar publik memperoleh kepastian hukum yang jujur dan objektif.
3. Menunjukkan sikap kenegarawanan, bukan dengan memainkan narasi seolah olah menjadi korban dengan adanya isi rekaman yg kini telah beredar luas, melainkan dengan mengungkap kebenaran secara terang di hadapan publik dengan adanya rekaman pembicaraan tersebut.
4. Jangan justru terkesan memusuhi orang lain bahkan menambah lebih banyak musuh, dengan tudingan adanya konspirasi jahat guna melengserkannya.
Terlebih, adanya desakan publik yang menyoroti pelantikan kedua anak bupati ke dalam tim kerja pemerintahan, yang kemudian secara tiba-tiba dinonaktifkan setelah adanya aksi besar besaran yang menyoroti kebijakan bupati tersebut.
Hal ini dikhawatirkan justru semakin memperkuat persepsi bahwa isi rekaman tersebut bukanlah isapan jempol semata, meskipun pada akhirnya kebijakan tersebut saat ini sedang di non aktifkan.
Seyogianya, inilah yang perlu diclearkan secara terbuka oleh Bupati, bukan malah membangun opini seolah-olah ada pihak yang ingin menggoyang kursinya.
Rakyat Bone Bolango tidak sedang berpolitik, mereka hanya menginginkan pemerintahan yang bersih, adil, dan tidak diwarnai aroma praktik nepotisme.
Semoga Bupati Ismet Mile dapat mengambil hikmah dari pengalaman pada masa lampau, agar tidak kembali terjebak dalam persoalan hukum yang justru akan mencederai marwah kepemimpinan dan kepercayaan publik.
Kejadian di Kabupaten Pati beberapa waktu yang lalu perlu menjadi pelajaran kita semua, bagimana ketika rakyat Marah dengan kebijakan pemimpin yg justru menyayat hati Rakyat ditengah kondisi yang tdk bersahabat. Jangan Sampai rakyat bosan dan meluapkan kemarahannya dalam bentuk yang justru merugikan daerah.
Ingat, dukungan Rakyat Bonebolango secara Politik pada saat kemenangan dipilkada ada diangka 36.991 Suara dari total jumlah Pemilih sekitar 122.939 pada saat pilkada kemaren, artinya msh ada hampir 70 persen yang tdk mendukung Ismet Mile pada saat itu. Jangan sampai isu-isu yang beredar dalam rekaman kemaren jika tidak diklarifikasi dan diluruskan, akan memancing reaksi rakyat yang berdampak pada kerugian daerah sendiri.
Kepemimpinan yang kuat tidak lahir dari rasa takut kehilangan jabatan, tetapi dari keberanian menghadapi kebenaran dengan hati yang jujur.
Oleh: Ketua Lembaga Analisis dan Monitoring Produk Hukum (AMPUH) Provinsi Gorontalo yang juga seorang advokat, Fanly Katili S.Pd., S.H., M.H.












