GOSULUT.ID – Anggota DPRD dalam menjalankan aktivitas, selain melaksanakan kegiatan rapat- rapat seperti Rapat Kerja, rapat dengar pendapat, rapat internal, dan sebagainya di gedung DPRD, juga melakukan agenda di luar kantor yakni turun lapangan.
Kegiatan tersebut untuk monitoring dan melihat dari dekat implementasi atau progres dari program dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh pemerintah agar berjalan dengan baik dan lancar.
Hal ini seperti yang dilaksanakan oleh Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo yang konsen pada perencanaan dan pembangunan dengan meninjau pekerjaan normalisasi sungai yang berada di Desa Pentadio Timur Kabupaten Gorontalo, Jumat (04/09/2026).
Ketua Komisi III, Espin Tulie mengungkapkan peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan normalisasi sungai berjalan dengan baik sekaligus melihat kondisi kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik rawan genangan ketika musim hujan tiba.
“Proyek normalisasi ini adalah termasuk 9 proyek Normalisasi sungai yang di kerjakan oleh balai sungai dan TNI, ” ujarnya
Dikatakan keberadaan sungai tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, di sepanjang kawasan sungai terdapat permukiman warga, perkebunan hingga lahan persawahan yang menjadi sumber aktivitas dan penghidupan masyarakat.
“Setiap musim hujan, wilayah di sekitar sungai ini pasti tergenang. Di sini ada pemukiman, perkebunan dan juga sawah masyarakat,” ungkap dia.
Lanjutnya, pekerjaan normalisasi sungai yang saat ini dilakukan merupakan langkah positif untuk mengurangi risiko genangan. Namun, normalisasi saja dinilai belum cukup untuk memastikan kondisi sungai dapat bertahan dalam jangka panjang.
Karena itu, Komisinya mendorong agar pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan dengan pembangunan perkuatan tebing sungai. Langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya erosi atau pengikisan tebing akibat derasnya arus air.
“Setelah dinormalisasi, harus ada lanjutannya, yaitu dibuatkan perkuatan tebing agar tidak tergerus air,” jelasnya.
Selain perkuatan tebing, Espin juga menyentil kondisi bagian hulu sungai. Ia mendorong adanya pembangunan cek dam yang berfungsi menahan sedimen agar tidak terbawa arus menuju bagian hilir.
Hal ini dinilai penting mengingat aliran sungai tersebut bermuara langsung ke Danau Limboto. Jika sedimentasi tidak dikendalikan dari bagian hulu, maka dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap kondisi dan daya tampung danau.
“Di hulu sungai juga harus dibuatkan cek dam untuk menahan sedimen, karena muara sungai ini langsung ke Danau Limboto,” katanya.
Espin berharap pekerjaan normalisasi sungai tersebut tidak berhenti pada tahap saat ini, tetapi dapat dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai kondisi permanen.
Baginya, pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan sungai harus dirancang secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapannya, semoga proyek ini berkelanjutan sampai ke tahap permanen secara jangka panjang,” tandasnya.








