Scroll ke bawah untuk membaca
Hukrim

Sutrimo Meninggal Usai Mengeluh Lemas, Pengelola Minta Masyarakat Tak Terpancing Isu Liar

44
×

Sutrimo Meninggal Usai Mengeluh Lemas, Pengelola Minta Masyarakat Tak Terpancing Isu Liar

Sebarkan artikel ini
 

GOSULUT.ID – Kabar mengenai meninggalnya Sutrimo sempat memunculkan beragam spekulasi di media sosial. Informasi yang beredar bahkan mengaitkan kematian pria tersebut dengan dugaan tindak pidana hingga hal-hal mistis.

Namun, keterangan dari pihak yang mengetahui kondisi Sutrimo sebelum kejadian memberikan gambaran berbeda. Perwakilan pengelola rumah melalui perawat yang bertugas di kediaman FA mengungkap bahwa peristiwa tersebut bermula ketika kondisi kesehatan Sutrimo tiba-tiba memburuk dan ia meminta pertolongan.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Secara administratif, Sutrimo disebut sudah tidak lagi bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) aktif di kediaman pribadi FA sejak 2024. Sebelumnya, ia sempat berhenti bekerja karena alasan kesehatan.

Setelah itu, Sutrimo kembali meminta pekerjaan dan kemudian tinggal seorang diri di sebuah bangunan bekas klinik kecantikan di kawasan Kramat Pela. Bangunan tersebut dijaganya sekaligus dirawat sehari-hari.

Pihak pengelola menyebut Sutrimo tidak tinggal maupun beraktivitas di rumah kediaman FA setelah kembali ke Jakarta. Ia juga memegang sendiri kunci bangunan tempat tinggalnya dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Sebelum kondisinya memburuk, Sutrimo masih sempat beraktivitas seperti biasa. Sekitar pukul 01.00 WIB, ia diketahui mengendarai sepeda motor untuk membeli makanan berupa pecel lele atau ayam.

Sutrimo juga disebut sempat mengonsumsi beberapa gelas kopi dan mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi atau C-1000. Sekitar pukul 02.00 WIB, ia mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang lemas dan kemudian memilih untuk beristirahat.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 05.30 WIB, Sutrimo menghubungi seorang saksi bernama Arif melalui telepon. Dalam percakapan tersebut, ia menyampaikan bahwa kondisi tubuhnya sangat lemas dan membutuhkan pertolongan.

Mendapatkan telepon tersebut, Arif segera menuju lokasi. Namun, setibanya di sana, pagar bangunan dalam keadaan terkunci dari dalam. Karena khawatir dengan kondisi Sutrimo, Arif kemudian memanjat pagar untuk masuk ke dalam area bangunan.

Sutrimo ditemukan dalam kondisi kritis di balik pintu kaca. Melihat kondisi tersebut, Arif bersama pihak lainnya segera meminta bantuan dan menghubungi ambulans.

Sutrimo kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Muhammadiyah untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Pihak pengelola menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan saat itu merupakan upaya pertolongan terhadap Sutrimo yang sedang dalam kondisi kritis. Mereka membantah adanya tindakan yang bertujuan mencelakakan korban.

“Tindakan teman-teman di lapangan murni karena empati dan kepedulian antar-sesama pekerja. Tidak ada niat jahat, apalagi unsur pidana. Mereka hanya ingin menyelamatkan almarhum,” ujar pihak pengelola melalui perawat rumah.

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian yang disampaikan pihak terkait, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh Sutrimo.

Meski demikian, penyebab pasti kematian Sutrimo tetap menjadi bagian dari proses pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga dan pengelola menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses medis maupun hukum kepada aparat yang berwenang.

Mereka juga berharap masyarakat tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait dugaan tindak pidana maupun narasi lain yang berkembang di media sosial. (Tim/FX)

Share : Â