GOSULUT.ID – Penguatan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah menjadi fokus bersama PMI Kabupaten Gorontalo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), serta ratusan kepala SD dan SMP se-Kabupaten Gorontalo.
Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Orientasi Kepalangmerahan yang dibuka Ketua DPRD sekaligus Ketua PMI Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira.
Dalam sambutannya, Zulfikar Usira menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan atas sinergi yang terjalin dengan PMI.
Ia juga berterima kasih kepada para kepala sekolah yang hadir sebagai bentuk komitmen membangun pendidikan yang berkarakter.
“Kehadiran Bapak dan Ibu adalah wujud komitmen membangun sekolah yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang peduli, tangguh, dan berjiwa kemanusiaan,” ujar Zulfikar.
Menurutnya, PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler tetapi wadah strategis untuk menanamkan nilai sukarela, kepemimpinan, disiplin, kerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial.
“Kami berharap setiap sekolah menjadikan PMR sebagai bagian dari budaya sekolah, bukan hanya pelengkap administrasi. PMR harus menjadi motor penggerak program pendidikan kesehatan, kampanye PHBS, donor darah, pelestarian lingkungan, hingga aksi sosial,” tegasnya.
Zulfikar menyebut anak-anak yang dibina melalui PMR akan tumbuh memahami hidup sehat, menjaga lingkungan, memiliki keterampilan pertolongan pertama, dan peka terhadap persoalan kemanusiaan. Nilai-nilai itu disebutnya sebagai investasi jangka panjang sumber daya manusia Kabupaten Gorontalo.
PMI Kabupaten Gorontalo berkomitmen mendampingi sekolah dalam pembentukan PMR, pelatihan pertolongan pertama, pendidikan kesehatan remaja, kesiapsiagaan bencana, hingga kegiatan kemanusiaan lainnya.
“Kolaborasi PMI, Dikbud, kepala sekolah, guru pembina, orang tua, dan masyarakat adalah kunci membangun ekosistem pendidikan yang sehat, aman, tangguh, dan berkarakter,” pungkasnya.




























