GOSULUT.ID – Di tengah suasana akhir pekan yang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata, kawasan Tapadaa Beach, Kabupaten Boalemo, justru menjadi ruang perjumpaan antara dakwah, kepedulian sosial, dan kebersamaan.
Nuansa wisata berpadu dengan semangat berbagi. Bukan sekadar menikmati keindahan alam, kegiatan ini menjadi momentum bagi Muhammadiyah untuk mendekatkan dakwah dengan kehidupan masyarakat melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Dakwah Wisata di Kabupaten Boalemo, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Tapadaa Beach tersebut diisi dengan berbagai agenda sosial dan keagamaan. Mulai dari dakwah, pembagian sembako, pemberian beasiswa, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Ketua Fokal IMM (Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Provinsi Gorontalo, Anas Jusuf, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Boalemo.
Anas yang juga bertindak sebagai tuan rumah kegiatan di Tapadaa Beach menyebutkan, kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Gorontalo sebagai sponsor utama.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan yakni pembagian sembako kepada 414 warga Kecamatan Botumoito. Selain itu, LazisMu turut memberikan beasiswa kepada penerima manfaat, disertai pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Boalemo. Bupati Boalemo, Rum Pagau, bahkan memberikan sambutan langsung sekaligus menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Muhammadiyah.
Dikatakan, Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi yang konsisten memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Muhammadiyah selalu berbuat yang terbaik. Muhammadiyah berbeda dengan organisasi lain,” ujar Bupati.
Ia menilai salah satu hal yang menjadi kekuatan Muhammadiyah adalah semangat kader dan simpatisannya dalam membantu masyarakat. Bahkan, menurutnya, berbagai kegiatan sosial Muhammadiyah kerap dilakukan dengan mengandalkan kepedulian dan kontribusi pribadi para anggota maupun simpatisan.
“Membantu rakyat menggunakan dana pribadi anggota dan simpatisan. Melahirkan pimpinan tidak pernah gaduh, tidak pernah rebutan jabatan,” katanya.
Rum Pagau mengungkapkan pengalamannya terkait dua kader Muhammadiyah yang kini berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Ia menyebut keduanya merupakan kader terbaik Muhammadiyah yang memiliki kapasitas dan integritas.
Bahkan, ketika salah seorang di antaranya mendapat amanah untuk menjadi direktur di sebuah rumah sakit, yang bersangkutan disebut sempat menolak amanah tersebut dan bahkan menangis karena merasa belum siap menerima jabatan tersebut.
Namun dirinya tetap memberikan dorongan agar amanah tersebut diterima demi melakukan pembenahan dan perbaikan dalam pelayanan.
“Tapi sebagai khalifah saya tetap paksa demi membenahi ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan Dakwah Wisata Muhammadiyah di Boalemo tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan dakwah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial.








