GOSULUT.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mulai memasang target lebih optimistis terhadap sejumlah indikator pembangunan daerah pada 2027. Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan capaian pembangunan terbaru yang dinilai menunjukkan tren positif.
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, mengatakan target optimistis tersebut tidak hanya mengacu pada target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tetapi juga melihat perkembangan riil sejumlah indikator pembangunan. Hal itu disampaikannya di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Minggu (14/9/2026).
“Kita sudah memiliki target yang telah ditetapkan dalam RPJMD. Namun demikian, kami juga tidak melihat hanya sekadar target dalam RPJMD, tapi kita melihat realita yang terjadi, di mana ada beberapa komponen dari indikator kinerja pembangunan kita itu peningkatannya cukup pesat,” ujarnya.
Dikatakan, penetapan target yang lebih optimistis juga menjadi bagian dari evaluasi Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. Gorontalo dinilai sudah memiliki ruang untuk menetapkan sasaran pembangunan yang lebih tinggi.
“Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan II 2026 tercatat mencapai 5,24 persen, ” katanya.
Sementara dalam RPJMD, target pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada 2027 berada di angka 5,74 persen. Namun, dengan melihat perkembangan ekonomi yang ada, Pemprov Gorontalo optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga berada pada kisaran 6,3 persen sampai 6,6 persen.
“Kita optimis menargetkan range antara 6,3 persen sampai dengan 6,6 persen. Itu untuk pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya kembali.
Wahyudin menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Gorontalo dengan kontribusi lebih dari 30 persen. Selain pertanian, pemerintah juga melihat adanya pertumbuhan pada sektor industri manufaktur, khususnya sektor yang berkaitan dengan perikanan dan pertanian yang mulai menghasilkan nilai tambah.
“Kita sadar bahwa pertumbuhan ekonomi Gorontalo sangat didorong oleh sektor pertanian di atas 30 persen. Kemudian industri manufaktur mulai tumbuh, terutama sektor perikanan dan pertanian yang memiliki nilai tambah,” jelasnya.
Oloptimisme serupa juga ditunjukkan pada indikator kemiskinan. Berdasarkan data terbaru 2026, tingkat kemiskinan Gorontalo berada di angka 12,16 persen. Angka ini dinilai menunjukkan tren perbaikan karena tingkat kemiskinan Gorontalo terus mengalami penurunan secara konsisten sejak 2020 hingga 2026.
Bebernya, target kemiskinan yang ditetapkan dalam RPJMD untuk 2026 berada di angka 12,78 persen. Dengan realisasi terbaru sebesar 12,16 persen, capaian ini bahkan telah melampaui target yang ditetapkan.
Karena itu, Pemprov Gorontalo memasang target yang lebih optimistis pada 2027, yakni menekan tingkat kemiskinan menjadi di bawah 11 persen.
“Target di RPJMD kita 12,78 persen, ini sudah kita lampaui bahkan di tahun 2026. Maka kita optimis menargetkan pada tahun 2027 kurang dari 11 persen angka kemiskinan di Gorontalo,” tandasnya.








