GOSULUT.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana angkat bicara terkait informasi pengadaan kaus kaki, laptop dan alat makan yang mencapai Rp4 triliun.
Menurut Dadan, pengadaan seperti barang tersebut memang benar adanya, namun jumlahnya tidak sebesar yang ramai diberitakan.
“Pengadaan itu ada, tetapi tidak sebanyak yang disebutkan. Misalnya laptop 32.000 unit dan alat makan senilai Rp4 triliun sama sekali tidak benar,” jelas Dadan, Selasa (14/04/2026), dilansir dari IDN Times.
Ia menerangkan, bahwa pengadaan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, sehingga tidak dalam jumlah fantastis seperti informasi yang beredar.
“Pengadaan laptop bukan 32.000 unit seperti yang beredar, tetapi hanya sekitar 5.000 unit sepanjang 2025,” terangnya.
Selain itu, terkait pengadaan alat makan hanya dilakukan untuk 315 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Pengadaan alat makan hanya untuk 315 SPPG yang dibiayai APBN dengan pagu sekitar Rp215 miliar,” imbuh Dadan.
Sementara terkait kaus kaki, Kepala BGN itu menambahkan, bahwa pihaknya tidak melakukan pengadaan secara langsung.
Dadan Hindayana menyebut kaus kaki merupakan bagian dari perlengkapan yang diberikan saat pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
“Untuk kaus kaki, itu bukan pengadaan di BGN. Itu diberikan saat pendidikan SPPI sebagai bagian dari perlengkapan peserta yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan,” tambahnya.








