GOSULUT.ID – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membantah tegas tudingan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea yang menyebut dirinya “mengompori” Menteri Kebudayaan Fadli Zon terkait pembongkaran eks rumah jawatan Kantor Pos Gorontalo.
Bantahan itu disampaikan Gusnar saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD tentang Penetapan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menjadi Perda, Senin (07/9/2026).
Gusnar menjelaskan, kedatangannya ke Kementerian Kebudayaan beberapa waktu lalu murni untuk memperjuangkan pengusulan dua tokoh Gorontalo sebagai Calon Pahlawan Nasional, yakni HB. Yasin dan dr. Aloesaboe.
“Beberapa minggu lalu, urusannya semata-mata memperjuangkan pahlawan nasional dari Provinsi Gorontalo. Tidak ada urusan dengan cagar budaya,” ucap Gusnar.
Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku awalnya hanya memaparkan usulan calon penerima gelar pahlawan nasional dari Gorontalo. Usai pemaparan selesai, justru Menteri Fadli Zon yang lebih dulu menyinggung persoalan cagar budaya di Gorontalo.
“Ketika saya memaparkan calon penerima gelar pahlawan, setelah selesai itu terbesit. Pak Menteri yang mengungkap kepada saya, Pak Gubernur, di Gorontalo itu lagi viral,” ujar Gusnar.
Menurutnya, Menteri kemudian memerintahkan dirinya bersama Direktur Jenderal untuk segera melakukan langkah penyelamatan.
“Pak Menteri memerintahkan saya dan Direktur untuk segera melakukan langkah penyelamatan, rekonstruksi ulang,” ungkapnya.
Gusnar juga meluruskan terkait jalur pengusulan Pahlawan Nasional. Ia menyebutkan bahwa Menteri Kebudayaan Fadli Zon memang berwenang karena menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI.
“Proses pemberian gelar Pahlawan Nasional berada dalam mekanisme Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Setelah dokumen usulan rampung, maka diserahkan kepada Ketua Dewan, yakni Pak Fadli Zon. Jadi tidak ada urusan dengan cagar budaya,” imbuh Gusnar.
Gusnar menegaskan dirinya bukan tipe pemimpin yang mencari keributan dan tidak terbiasa mengumbar persoalan di ruang publik.
“Saya bukan tipe pemimpin yang umbar-umbar,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan meluruskan informasi yang beredar.
“Jadi saya perlu katakan sekarang. Tudingan Pak Wali Kota tidak benar. Itu hoax. Itu pembohongan publik,” tegas Gusnar.








