Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Dari Karantina Hingga Kampung Ternak, Rahmijati: Peternak Gorontalo Harus Sejahtera

35
×

Dari Karantina Hingga Kampung Ternak, Rahmijati: Peternak Gorontalo Harus Sejahtera

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Momentum penyerapan aspirasi dimanfaatkan Anggota DPD RI Rahmijati Jahja untuk menyapa peternak sapi di Kabupaten Gorontalo, Minggu (21/06/2026). Dua lokasi yang menjadi sasaran yakni area karantina hewan sapi dan kampung ternak.

Agenda pertama digelar di fasilitas karantina hewan Kayubulan, Limboto. Disana, Rahmijati berdiskusi langsung dengan warga peternak yang menceritakan kendala mereka sehari-hari.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Persoalan harga jual sapi yang fluktuatif jadi keluhan paling dominan. Peternak menilai kondisi itu dipicu ulah pihak tertentu. Selain itu, muncul juga keluhan soal fasilitas karantina yang belum memadai, urusan izin lahan yang belum clear, dan minimnya bantuan ternak dari pemerintah.

Senada, tenaga medis hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo menyebut ketersediaan obat serta peralatan penunjang masih jauh dari cukup.

Usai dari Limboto, Rahmijati melanjutkan ke Desa Ilomangga, Tabongo. Pertemuan di Kampung Ternak itu turut dihadiri drh. H. Agustia selaku Kepala Balai Besar Veteriner Maros, Kadis Peternakan Gorontalo Endi Triyanto Manyoe, dan Kabid Peternakan Provinsi Averus Zainudin.

Peternak Ilomangga menyampaikan aspirasi senada. Mereka ingin ada kemudahan akses bantuan ternak, layanan kesehatan hewan yang lebih baik, serta kepastian harga jual yang menguntungkan.

Menutup pertemuan, Rahmijati menegaskan komitmennya bahwa peternak Gorontalo harus sejahtera.

“Saya hadir untuk mendengar langsung kebutuhan peternak. Isu harga, fasilitas karantina, kesehatan hewan, hingga bantuan ternak akan kami kawal ke kementerian dan lembaga terkait. Harapannya mereka bisa lebih maju, mandiri,” ungkapnya.

Senator Gorontalo empat periode ini menilai peternakan punya peran besar dalam ekonomi daerah. Karena itu ia mendorong kolaborasi Pemda, pusat, dan peternak agar solusi konkret segera lahir.

Share :  
error: Content is protected !!