Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Sedimentasi Ganggu Irigasi Persawahan di Tilongkabila, Komisi III Desak BWS Segera Bertindak

35
×

Sedimentasi Ganggu Irigasi Persawahan di Tilongkabila, Komisi III Desak BWS Segera Bertindak

Sebarkan artikel ini
 

GOSULUT.ID – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo selama beberapa hari ini melaksanakan agenda turun lapangan ke sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Kota dalam rangka pengawasan pelaksanaan pembangunan.

Salah satunya melakukan monitoring sedimentasi di Desa Moutong Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, Minggu (16/08/2026) Sedimentasi yang terjadi pada saluran tersebut dinilai telah mengganggu distribusi air ke areal persawahan masyarakat.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kyai, mengatakan sedimentasi berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian warga. Pendangkalan saluran membuat distribusi air ke persawahan petani tidak berjalan optimal.

“Persoalan sedimentasi di saluran air Desa Moutong dan Iloheluma sangat berdampak pada distribusi air ke persawahan para petani,” ujarnya

Legislator Partai Gerindra ini mengatakan, persoalan inibtidak hanya mengganggu distribusi air saat musim tanam, tetapi juga meningkatkan risiko banjir ketika musim hujan. Material pasir yang terbawa aliran air bahkan masuk ke areal persawahan dan berpotensi mengganggu produktivitas lahan.

“Akibat sedimentasi, sawah juga mudah mengalami banjir jika musim hujan tiba. Banyak pasir yang masuk ke areal persawahan,” jelasnya.

Diungkapkan, Pemerintah Desa Iloheluma sebenarnya telah menyampaikan persoalan tersebut saat kegiatan reses pada Februari 2026. Pemerintah desa juga telah mengajukan surat permohonan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi untuk dilakukan pengerukan saluran.

“Namun, hingga kini permohonan tersebut disebut belum mendapat tindak lanjut, “imbuhnya kembali

Karena itu, Syamsir meminta Balai Wilayah Sungai segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi saluran air tersebut. Menurutnya, penanganan sedimentasi tidak boleh ditunda karena menyangkut keberlangsungan produksi pertanian masyarakat.

“Saya berharap keseriusan Balai Sungai untuk segera menindaklanjuti dan menangani persoalan ini,” tegasnya.

Ia mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, para petani berpotensi mengalami penurunan produksi gabah.

“Bahkan, pada kondisi tertentu, sebagian lahan berpotensi mengalami gagal panen, “tandasnya.

Share :