Scroll ke bawah untuk membaca
Kontrol

21 Hari 1 Juta Liter Air Bersih Terdistribusi, PMI Gorontalo Kembali Turun ke Tilango

45
×

21 Hari 1 Juta Liter Air Bersih Terdistribusi, PMI Gorontalo Kembali Turun ke Tilango

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dengan mendistribusikan air bersih.

Distribusi air bersih kali ini dilakukan bersama- sama dengan PMI Kabupaten Gorontalo di Desa Tilote, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua PMI Provinsi Gorontalo, Ishak Liputo, didampingi jajaran pengurus PMI Kabupaten Gorontalo dan PMI Kecamatan Tilango serta hadiri aparat pemerintah setempat.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Di sela-sela pendistribusian, Ishak Liputo menyampailan , distribusi air bersih yang dilakukan PMI Provinsi Gorontalo telah memasuki hari ke-21. Hingga saat ini, total air yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan mencapai lebih dari 1 juta liter.

“Ini sudah hari yang ke-21. Kurang lebih air yang kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih ini dari PMI Provinsi Gorontalo sudah 1 juta lebih liter yang diantaranya juga di salurkan oleh PMI Kabupaten Bone bolango, Boalemo dan Gorontalo Utara termasuk di Kabupaten Gorontalo ini,” ujar Ishak.

Dikatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari respons PMI terhadap dampak fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan dan menyulitkan masyarakat mendapatkan air bersih, olehnya PMI sebagai organisasi kemanusiaan memiliki tugas untuk membantu masyarakat yang menghadapi berbagai bencana, termasuk bencana kekeringan.

“Karena PMI adalah bagian dari tugas menangani bencana, bencana apa saja yang dihadapi oleh masyarakat, PMI membantu masyarakat yang terkena bencana. Hari ini yang kami hadapi adalah bencana kekeringan yang dihadapi oleh masyarakat di jazirah Provinsi Gorontalo,” katanya.

Ishak mengungkapkan, berdasarkan pendataan PMI, Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara menjadi dua wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup berat. Khusus Kabupaten Bone Bolango, hampir seluruh desa disebut telah terdampak kekeringan. Kondisi geografis di wilayah Bone Pesisir juga menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian air menggunakan mobil tangki.

“Medan yang terkena kekeringan di Bone Pesisir agak sulit untuk mobil tangki yang seberat ini. Karena itu, kami mengimbau pemerintah agar di Bone Bolango sudah harus ada hidran besar untuk menyuplai masyarakat di Bone Pesisir kalau terjadi kekeringan seperti ini,” jelasnya.

Katanya, apabila kondisi kekeringan berlangsung lebih lama, masyarakat tidak hanya akan menghadapi persoalan keterbatasan air bersih, tetapi juga ancaman terhadap aktivitas ekonomi, terutama masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Di Kabupaten Gorontalo sendiri, kata dia, sedikitnya 19 desa telah terdampak kekeringan. PMI telah mendistribusikan air bersih di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Tibawa dan Buhu/Bumela. Dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo, PMI sejauh ini telah menjangkau 12 kecamatan untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

“Ini hanya dipakai dalam satu hari. Besok lagi mereka sudah tidak lagi ada air. Tetapi kami juga menghimbau masyarakat agar menghemat air kalau bisa,” ujarnya.

Ia menyebut penanganan kekeringan saat ini juga mulai melibatkan pemerintah dan sejumlah pihak lainnya. PMI berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat jika kondisi kekeringan belum berakhir.

Ishak berharap dukungan PMI Pusat dapat kembali diberikan apabila kekeringan masih berlangsung setelah batas penanganan yang telah ditetapkan hingga 20 Oktober 2026.

“Kalau sampai 20 Oktober ke atas tidak turun hujan, maka kekeringan ini pasti diperpanjang. Kami akan menghimbau kembali ada dropping dana untuk kelanjutan,” katanya.

Saat ini PMI Provinsi Gorontalo juga menghadapi keterbatasan armada. Dari empat mobil tangki PMI yang tersedia, masing-masing ditempatkan untuk mendukung penanganan di sejumlah wilayah, termasuk Boalemo, Bone Bolango dan Gorontalo Utara.

Ishak mengatakan, kondisi salah satu armada di Bone Bolango juga sudah membutuhkan perhatian karena usia dan kondisi kendaraan, sementara medan yang harus dijangkau cukup berat.

Meski demikian, PMI Provinsi Gorontalo memastikan tetap mengambil bagian dalam membantu masyarakat Bone Bolango, terutama wilayah yang berada dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten tersebut.

“Kami dari PMI Provinsi juga tetap mengambil bagian untuk Bone Bolango. Yang dekat-dekat dengan ibu kota Bone Bolango kami suplai dari PMI Provinsi, dan kami lebih fokus juga ke Kabupaten Gorontalo,” pungkasnya.

Share :