GOSULUT.ID – Sejak masih Hulonthalo Art & Craft Festival (HACF) di tahun 2020 dan berubah nama menjadi HARFEST di tahun 2026 ini, baik jumlah pengunjung, keterlibatan UMKM dan nilai transaksi terus mengalami tren peningkatan yang begitu signifikan.
Sebagaimana diuraikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana saat close ceremony HARFEST 2026, Minggu (13/09/2026), dengan membandingkan pada penyelenggaraan di tahun 2025 kemarin.
“Tercatat 13.200 pengunjung, meningkat 38,9 persen dibandingkan pelaksanaan HARFEST tahun sebelumnya, ” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, jumlah UMKM yang ambil bagian mencapai 450 UMKM yang tersebar di area dalam dan luar lokasi kegiatan, termasuk yang berada di kawasan Jalan Andalas.
“Dan total penjualan yang tercatat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan HARFEST 2026 mencapai sekitar Rp5,6 miliar atau meningkat 70,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, ” sambungnya.
Tidak hanya itu bebernya kembali, pihaknya juga memfasilitasi business matching antara UMKM Gorontalo dan buyer nasional yang berada di Jakarta serta sejumlah daerah di Pulau Jawa, tercatat nilai penjualan mencapai Rp820 juta.
“Business matching antara UMKM dengan buyer nasional yang ada di Jakarta dan Jawa. Kita meraih penjualan sebesar Rp820 juta,” katanya.
Bambang menambahkan, business meeting terkait akses pembiayaan dengan lembaga keuangan dan perbankan juga menghasilkan komitmen pembiayaan senilai Rp2,91 miliar.
“Business matching ekspor komoditas kopi Liberika dari Gorontalo Utara ke Jepang menghasilkan transaksi sebesar 5.680 dolar AS, ” cetusnya.
Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan HARFEST 2026.
“Sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dekranasda, Bank Indonesia, mitra strategis, serta komunitas turut memperkuat pelaksanaan kegiatan dan mendorong peningkatan transaksi UMKM, ” tandasnya.
Semarak HARFEST 2026 juga diperkuat melalui beragam kompetisi antara lain Dance Cover Competition, Mobile Legends: Bang Bang, HARFEST Knowledge Battle, Lomba Menggambar dan Mewarnai, hingga Latte Art Competition yang menjadi ruang ekspresi dan kreativitas bagi generasi muda Gorontalo.
Selain kompetisi, hajatan besar ini juga menghadirkan seminar nasional sebagai ruang bertukar gagasan dan memantik inovasi bagi UMKM Gorontalo. Salah satu potensi yang mengemuka adalah pengembangan serat dari daun pisang sebagai material alternatif yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk mendukung inovasi produk kain wastra daerah.
Keberhasilan penyelenggaraan HARFEST 2026 menegaskan bahwa kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan dan berbagai mitra strategis mampu menjadikan HARFEST sebagai ruang kolaborasi dengan dampak yang berlapis, yakni menggerakkan aktivitas ekonomi, memperluas akses pasar UMKM, dan memantik lahirnya inovasi produk lokal, untuk pengembangan ekonomi kreatif Gorontalo yang semakin inklusif dan berkelanjutan







