Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Angka Kebakaran di Kabupaten Gorontalo Tembus 75 Kasus, Bulan Agustus Paling Tinggi

55
×

Angka Kebakaran di Kabupaten Gorontalo Tembus 75 Kasus, Bulan Agustus Paling Tinggi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto: AI/Gosulut)

GOSULUT.ID – Sepanjang Januari hingga September 2026, Kabupaten Gorontalo mencatat 75 kejadian kebakaran. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan seiring masuknya musim kemarau.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Gorontalo Farid Taha mengatakan, lonjakan kasus mulai terasa sejak Juni. Puncaknya terjadi pada Agustus 2026 dengan 29 kejadian.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Dalam satu hari kadang dua kali, tiga kali, bahkan sampai empat kali kami turun ke lapangan,” ujar Farid.

Farid menjelaskan, cuaca panas dan kering selama kemarau menjadi faktor utama. Dari total kejadian, sebagian besar merupakan kebakaran lahan.

Tiga kecamatan dengan angka tertinggi yaitu:

– Limboto: 10 kejadian

– Telaga Biru: 9 kejadian

– Tilango: 7 kejadian

Wilayah lainnya juga ikut menyumbang kasus, meski dengan jumlah lebih sedikit.

Di tengah tingginya kasus, Damkar Kabupaten Gorontalo sempat kewalahan. Dari 4 unit mobil pemadam yang dimiliki, hanya 1 unit yang beroperasi karena 3 lainnya rusak.

Penanganan tetap bisa dilakukan berkat bantuan Pemprov Gorontalo, Pemkab Bone Bolango, Pemkot Gorontalo, TNI-Polri, Dinas Kehutanan, dan PDAM.

Saat ini Pemkab sudah menganggarkan perbaikan. 2 unit armada akan segera diperbaiki sesuai instruksi Bupati Gorontalo.

Farid mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati selama musim kemarau. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan melarang pembakaran lahan.

“Kewaspadaan dini itu penting. Jadi jangan membakar lahan sembarangan,” tegasnya.

Share :  
error: Content is protected !!