Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Jamsostek Award 2026, Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan untuk Pemda dan Pelaku Usaha Gorontalo

61
×

Jamsostek Award 2026, Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan untuk Pemda dan Pelaku Usaha Gorontalo

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pelaku usaha yang dinilai aktif memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Sanco Simanullang melalui kegiatan Jamsostek Award 2026 yang digelar di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Sabtu (5/9/2026) malam.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Acara ini dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, bupati/wali kota se-Gorontalo, dan para pemangku kepentingan. Jamsostek Award menjadi momentum BPJS Ketenagakerjaan untuk mendorong lebih banyak pihak terlibat dalam perlindungan pekerja.

Tahun ini penghargaan dibagi ke 4 kategori:

1. Pemerintah Kabupaten/Kota

– Juara 1: Kabupaten Bone Bolango

– Juara 2: Kabupaten Pohuwato

– Juara 3: Kota Gorontalo

2. Pemerintah Desa

– Desa Trikora, Kabupaten Pohuwato

– Desa Huangobotu, Kabupaten Bone Bolango

– Desa Teratai, Kabupaten Gorontalo

3. Usaha Menengah dan Besar

– PT Gorontalo Pangan Lestari

– PT Gembira Grosir Sejahtera

– CV Mufidah

4. Usaha Mikro dan Kecil

– Toko Sumber Utama

– Loak Jaya

– Bengkel Las Bintang Johar

Gubernur Gusnar Ismail mengapresiasi pemberian penghargaan ini. Ia berharap penghargaan dapat memacu peningkatan kinerja perlindungan tenaga kerja di daerah.

“Dengan penghargaan tadi, saya mengharapkan kinerjanya bisa terus ditingkatkan,” ujar Gusnar.

Ia menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Gorontalo. Hanya 33% tenaga kerja berada di sektor formal, sementara 67% lainnya bekerja di sektor informal.

“67 persen ini adalah tenaga kerja yang membayar dirinya sendiri dari hasil kerjanya. Ini sangat penting sekali dilindungi,” tegasnya.

Gusnar mendorong pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota mengalokasikan anggaran untuk membayar premi jaminan sosial pekerja informal. Langkah itu penting agar pekerja dan keluarga punya jaminan saat terjadi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku Suci Rahmad mengatakan Jamsostek Award digelar setiap tahun sebagai bentuk apresiasi dan pemacu semangat.

“Penghargaan ini untuk menjadi pemacu semangat dalam rangka melindungi, khususnya bagi pemberi kerja, benar-benar memastikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerjanya,” kata Suci.

Salah satu penilaian adalah inisiatif pemda dan pemdes dalam melindungi pekerja rentan. Upaya itu berdampak pada peningkatan kepesertaan.

Saat ini cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Gorontalo berada di peringkat 5 nasional.

“Sedikit lagi kita bisa masuk ke tiga besar nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Sanco Simanullang menambahkan, penguatan regulasi dan anggaran jadi kunci. Ia mencontohkan Bone Bolango yang sudah menganggarkan perlindungan untuk hampir 20 ribu pekerja.

“Jadi kabupaten lain yang belum, saya kira kita ajak untuk mengalokasikan anggaran,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan beasiswa kepada ahli waris peserta.

Share :  
error: Content is protected !!