GOSULUT.ID – Tidak mengenal hari libur, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo tetap bekerja menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Tidak saja memperjuangkan dan berupaya mewujudkan aspirasi sampai terealisasi tapi juga melihat dari dekat proyek atau pekerjaan- pekerjaan fisik sarana dan prasarana infrastruktur yang ada di Kabupaten Kota di daerah ini.
Sebagaimana penyelesaian Proyek Pengendalian Banjir Sungai Bone di Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango juga tidak luput dari peninjauan komisi ini pada hari Sabtu (05/09/2026).
Pada peninjauan itu, sejumlah anggota komisi dan pimpinan di dampingi langsung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo, Abd. Hamid Muhudin.
Dalam paparannya, BWS Sulawesi II Gorontalo menyampaikan, proyek infrastruktur penanganan banjir ini mencakup beberapa pekerjaan utama, di antaranya pembangunan parapet, penguatan tebing sungai, pembangunan saluran, jalan inspeksi, serta pembuatan pintu air. Nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp12 miliar.
Abd. Hamid Muhudin mengungkapkan, seluruh item pekerjaan telah mencapai progres 100 persen. Secara administratif, kontraktor pelaksana telah menyerahkan hasil pekerjaan kepada pengguna jasa pada tanggal 3 September 2026. Pencapaian ini satu hari lebih cepat dari batas akhir kontrak yang dijadwalkan selesai pada 4 September 2026.
Atas pemaparan itu, Komisi III memberikan respon dan apresiasii setinggi-tingginya kepada pihak balai dan pelaksana proyek atas komitmen menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan dengan kualitas baik.
Ketua Komisi III Espin Tulie, menilai pelaksanaan proyek yang dijadwalkan selama 4 bulan ini berjalan sangat sukses.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja seluruh pihak terkait. Selain berharap dampak banjir di kawasan Suwawa Tengah dapat segera teratasi, kami juga melihat dampak positif lainnya.
Sambung dia Infrastruktur jalan inspeksi dan tanggul yang dibangun kini mulai dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat wisata baru.
“Dampak ganda seperti inilah yang kami harapkan, di mana infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai pengendali bencana, tetapi juga mampu menghidupkan perekonomian masyarakat setempat,” cetusnya kembali.
Kedatangan komisi bidang perencanaan dan pembangunan ini ternyata dimanfaatkan oleh pemerintah setempat untuk mengungkapkan aspirasi. Kepala Desa Lompotoo dalam keterangannya mengharapkan agar pembangunan tanggul pengendali banjir yang saat ini terbangun sepanjang 971 meter dapat diperpanjang sekitar 1.000 hingga 2.000 meter ke depan guna mengoptimalkan perlindungan wilayah pemukiman warga.
Harapan dan aspirasi ini mendapat tanggapan dan respon balik dari komisi III dengan berkomitmen mengawal mengomunikasikannya kepada pihak terkait agar keberlanjutan pembangunan dapat terwujud.








