Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten GorontaloViral

Langkah Kecil di Jalan Rusak: Kisah Perjuangan Siswa Piloayita

176
×

Langkah Kecil di Jalan Rusak: Kisah Perjuangan Siswa Piloayita

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Setiap pagi, anak-anak Dusun Piloayita harus menapaki jalan rusak dan tanjakan curam demi sampai ke sekolah. Jalan kaki jadi pilihan paling aman di tengah minimnya akses.

Pukul 06.30 WITA, langkah kaki anak-anak sudah terdengar di Dusun Piloayita, Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Bagi mereka, berangkat sekolah bukan sekadar rutinitas. Ada medan berat yang harus dilalui, jalan rusak, licin saat hujan, dan tanjakan yang menguras tenaga.

Warga mencatat setidaknya ada tiga titik paling rawan di jalur tersebut. Titik pertama berupa tanjakan terjal yang sering membuat kendaraan mati mesin. Titik kedua pernah menjadi lokasi kecelakaan. Sementara titik ketiga berada di akses menuju SMP, dengan kondisi aspal yang sudah mengelupas parah.

Hadiyah Sauridi, guru SD yang juga warga Piloayita menyebut kondisi ini membuat perjuangan mendapatkan pendidikan jadi tidak mudah.

“Perjuangannya sangat luar biasa. Ada tiga titik yang jalannya tidak bagus dan wajib kami lewati setiap hari,” ujar Hadiyah saat ditemui.

Rusaknya jalan ini tidak hanya berdampak ke siswa. Layanan kesehatan pun ikut terhambat. Hadiyah menuturkan mobil Puskesmas Telaga Biru yang rutin turun ke dusun tiap tanggal 10 pernah mengalami insiden.

“Waktu itu mobil puskesmas mundur di tanjakan karena jalannya sudah parah. Memang kondisinya tidak memungkinkan,” katanya.

Jalan Kaki Jadi Pilihan Teraman

Karena khawatir, sebagian besar siswa akhirnya memilih berjalan kaki. Sebagian lain masih diantar orang tua pakai motor, tapi dengan rasa cemas yang sama.

“Ada yang jalan kaki, ada juga yang diantar. Tapi orang tua juga was-was karena jalannya tidak bagus,” jelas Hadiyah.

Jarak tempuh pun jadi lebih lama. Ketika anak di wilayah lain mungkin baru bersiap, anak-anak Piloayita sudah lebih dulu menapaki jalan rusak demi tidak terlambat ke kelas. Meski lelah, semangat mereka untuk belajar tetap menyala.

Harapan Warga: Ada Perbaikan Jalan

Hadiyah berharap pemerintah segera memberi perhatian. Selama ini warga sudah berupaya menyuarakan keluhan, termasuk mengunggah kondisi jalan ke media sosial agar diketahui lebih luas.

“Kami berharap dari postingan itu bisa datang bantuan. Baik dari desa, kabupaten, provinsi, sampai pusat. Kami siap menerima,” harapnya.

Bagi warga, tuntutannya sederhana. Mereka hanya ingin akses jalan yang aman dan layak, terutama untuk anak-anak yang tiap hari ke sekolah.

“Kami cuma ingin perjalanan ke sekolah itu aman. Dengan kondisi sekarang, kami takut naik kendaraan,” pungkas Hadiyah.

Di balik langkah kecil anak-anak Piloayita di atas jalan rusak itu, ada harapan besar suatu hari nanti jalan menuju menuntut ilmu tidak lagi menjadi perjuangan, melainkan perjalanan yang aman dan nyaman.

Share : Â