GOSULUT.ID – Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo Tonny S. Junus secara resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Formasi Umum Lulusan STTD dan IPDN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo di Auditorium GIIS, Kantor BKPSDM Provinsi Gorontalo, Kamis (30/7/2026).
Pelatihan ini merupakan kerja sama Pemkab Gorontalo dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Gorontalo.
Dalam sambutannya, Wabup Tonny S. Junus menyampaikan Latsar ini bukan akhir dari pembelajaran, melainkan awal pengabdian sebagai ASN.
“Keberhasilan menyelesaikan Latsar bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari perjalanan panjang sebagai Aparatur Sipil Negara yang profesional dan berintegritas,” ujar Tonny.
Ia meminta para CPNS menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing. Tonny juga menekankan pentingnya nilai-nilai BerAKHLAK, integritas, disiplin, dan loyalitas.
“Setiap kebijakan, setiap pelayanan, dan setiap keputusan yang saudara ambil akan mencerminkan wajah Pemerintah Kabupaten Gorontalo,” pesannya.
Lebih lanjut, Tonny menyebut Pemkab Gorontalo berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Untuk itu dibutuhkan ASN yang cerdas, berkarakter kuat, mampu bekerja sama, dan memberikan solusi bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Gorontalo, Juffry Damima menjelaskan, pelatihan ini diikuti 74 peserta.
Terdiri dari 14 orang Golongan II dan 60 orang Golongan III. Peserta berasal dari 4 orang Formasi STTD, 3 orang Formasi IPDN, dan 67 Formasi Kabupaten Gorontalo.
“Peserta dibagi menjadi 2 angkatan, terdiri dari 24 orang pria dan 50 orang wanita. Pelatihan klasikal dilaksanakan sejak tanggal 27 s.d 29 Juli 2026 dan bertempat di BKPSDM Provinsi Gorontalo, Jln. HB Jassin Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango,” jelas Juffry.
Ditempat yang sama, Kabid Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Kabupaten Gorontalo, Rosdiana Kadili menerangkan, tujuan Latsar ini adalah untuk mengembangkan kompetensi CPNS secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat nasionalisme, karakter unggul dan bertanggung jawab, serta memperkuat profesionalisme.
Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta dinyatakan lulus dengan kualifikasi sangat memuaskan dan memuaskan.
Rinciannya, Angkatan I Golongan III 24 orang sangat memuaskan dan 16 orang memuaskan. Kemudian Angkatan II Golongan III 28 orang sangat memuaskan dan 6 orang memuaskan. Dan Angkatan II Golongan II 13 orang sangat memuaskan dan 1 orang memuaskan.
Terakhir, Rosdiana Kadili menambahkan ada 2 inovasi daerah yang lahir dari pelatihan ini yang terus perlu di dorong keberlanjutannya.
“Pertama 38 inovasi Digitalisasi Layanan berupa aplikasi monitoring kegiatan dan pelayanan administrasi online. Kedua, 36 inovasi Efisiensi Kerja berupa alur data yang lebih singkat,” tambahnya.







