GOSULUT.ID – SMA Negeri 2 Limboto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan berbasis data dan penguatan karakter siswa.
Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan ‘Sinkronisasi Kurikulum Satuan Pendidikan dan Evaluasi Penganggaran RKT dan RKAS’ yang digelar di Aula SMAN 2 Limboto, Selasa (11/08/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad didampingi Kepala SMAN 2 Limboto Maryam Ui.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad menekankan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai forum konsultasi publik.
Menurutnya, setiap program sekolah harus disosialisasikan terlebih dahulu agar mendapat masukan dari orang tua dan masyarakat.
“Apa yang kita rencanakan, apa yang akan kita laksanakan, disosialisasikan dulu ke publik, kemudian minta masukan dan pendapat,” ujar Sudarman.
Ia juga menyoroti tiga fokus utama Dikbud Provinsi. Pertama, penguatan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Kedua, penciptaan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Ketiga, penerapan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan handphone.
“Saya wajibkan di semua sekolah disediakan fasilitas internet dan tempat penyimpanan HP. HP dibatasi, bukan dilarang. Boleh digunakan jika untuk pembelajaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Limboto Maryam Ui menyatakan seluruh program dan anggaran sekolah ke depan akan disusun berdasarkan data rapor pendidikan.
“Rapor pendidikan ini yang akan menjadi dasar penyusunan RKT dan RKAS. Kita tidak asal menyusun anggaran, tetapi berdasarkan data yang ada di sekolah,” kata Maryam.
Ia menjelaskan rapor pendidikan diperoleh dari hasil ANBK siswa kelas 11. Data tersebut menjadi cermin kondisi sekolah, mulai dari mutu pembelajaran, kasus bullying, hingga siswa putus sekolah.
“Rapor pendidikan itu adalah cermin kejujuran di masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya.
Maryam juga menegaskan visi SMAN 2 Limboto yaitu sekolah yang berkarakter, unggul, dan ramah lingkungan. Visi tersebut harus terwujud dalam sikap dan perilaku siswa sehari-hari.
Kegiatan ini berlangsung full day hingga pukul 16.30 WITA dan dirangkaikan dengan penguatan karakter serta semangat kemerdekaan RI.






























