GOSULUT.ID – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo terus fokus mendorong percepatan kerja-kerja yang dilakukan oleh mitranya yakni Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui OPD yang terkait dengan tupoksi kerja Komisi bidang Perencanaan Pembangunan lewat komunikasi, koordinasi, sinergi dan kolaborasi.
Alhasil atas dorongan itu, capaian kinerja yang diperoleh tahun 2025 bisa dikatakan ‘tuntas’ 100 persen. Hal ini terlihat para legislator di komisi tersebut dengan memberikan apresiasi yang kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui tiga OPD, yakni Dinas PUPR PKP, Perhubungan dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPJ) saat rapat kerja, Kamis (08/01/2026).
“Saya bersama rekan-rekan di komisi memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu atas laporan kinerja yang telah dilaksanakan sampai dengan Desember tahun kemarin,” ujar Wakil Ketua Komisi III, Anas Jusuf.
Selain itu, aleg PAN ini juga mendorong penyelesaian persoalan lahan bandara Jalaludin sehingga program embarkasi haji penuh yang ditargetkan pemerintah bisa tercapai.
“Kami harap penyelesaian lahan bandara tidak akan mengganggu program yang saat ini sedang digalakkan oleh bapak gubernur,,” ujarnya.
Syarifudin Bano pada raker itu juga menyampaikan ungkapan yang sama dengan mantan Bupati Boalemo tersebut.
“Saya memberikan apresiasi yang mendalam terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang dikerjakan selama tahun kemarin oleh pemerintah provinsi serapan APBD capai 100 persen bahkan dari sisi pendapatan menduduki peringkat 1 secara nasional,” ujar Ketua Bapemperda itu.
Ditempat yang sama, Faisal Hulukati menyampaikan aspirasi bus sekolah untuk beroperasi di Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango.
“Pada reses saya, mereka menyampaikan dan meminta supaya bisa diadakan Bus Sekolah khususnya masyarakat suwawa selatan sampai Botupingge karena jembatan disana tidak berfungsi sehingga warga berputar
Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan, Djamal Nganro yang saat ini menjabat Asisten II menuturkan berdasarkan rapat terakhir sebagai persiapan menghadapi tahun 2026 bahwa Provinsi Gorontalo masuk dalam 10 besar serapan anggaran se-Indonesia bahkan peringkat 1 dari sisi pendapatan.
“Kami merasa bersyukur atas capaian itu, karena ini tidak lepas dari sinergi dan saling mengingatkan di antara kami dengan Komisi III,” imbuhnya.
Terkait permintaan aleg PPP itu, Djamal Nganro menjelaskan bahwa dulu pernah dilayani hanya kondisinya minim penumpang sehingga dari hasil evaluasi direlokasi ke hal lain yang bermanfaat.
“Namun karena ada masukan, hal ini akan kami tinjau mungkin sudah ada perubahan kondisi lingkungan dan masyarakatnya, tentu menjadi perhatian kami tapi untuk saat ini belum teranggarkan,” urainya.
Sementara itu Aris Ardianto selalu Kepala Dinas PUPR bahwa dari anggaran yang dikelola sebanyak 103,2 Miliar sampai dengan 31 Desember telah terdistribusi pada 8 bidang yang terdiri dari 25 paket fisik dan 26 non fisik.
“Sampai dengan 31 desember rata-rata serapannya sebesar 95 persen. Alhamdulillah seluruh fisik selesai 100 persen, untuk tahun 2026 ini kami memiliki anggaran 68,39 Miliar. Bapak gubernur menyampaikan dalam rapim diperluas agar anggaran yang kecil tidak mematahkan semangat kita untuk bekerja dan berkolaborasi,” jelasnya.







