Scroll ke bawah untuk membaca
 
Kabupaten Gorontalo

Raker PMI Kabupaten Gorontalo Fokus Satu Agenda: Wujudkan UDD Secepatnya

52
×

Raker PMI Kabupaten Gorontalo Fokus Satu Agenda: Wujudkan UDD Secepatnya

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gorontalo mempercepat pembentukan Unit Donor Darah (UDD) agar kebutuhan darah bagi pasien di lima rumah sakit di daerah itu bisa terpenuhi.

Langkah percepatan tersebut menjadi pembahasan utama saat PMI Kabupaten Gorontalo menggelar Rapat Kerja (Raker) di Ballroom Agrindo Limboto, pada Jumat (6/11/2026) kemarin.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Ketua PMI Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira menilai UDD sudah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda. Dengan jumlah rumah sakit yang mencapai lima unit, sistem pelayanan darah harus ikut diperkuat.

“Saat ini Kabupaten Gorontalo sudah punya lima rumah sakit. Otomatis permintaan darah untuk pasien juga tinggi. Karena itulah, kami menempatkan pembangunan UDD ini sebagai prioritas utama yang harus dikebut,” kata Zulfikar yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo.

Ia menjelaskan, jika UDD sudah berjalan, PMI tidak lagi sekadar mengurus kegiatan sosial biasa. PMI akan bisa langsung melayani kebutuhan darah masyarakat, mulai dari mengajak warga berdonor, mengolah darah, menyimpannya dengan standar yang aman, hingga menyalurkannya ke rumah sakit yang membutuhkan.

Zulfikar menegaskan, ia tidak ingin lagi mendengar ada pasien yang kesulitan mendapatkan transfusi hanya karena stok darah tidak tersedia.

“PMI itu harus bisa memberi manfaat nyata. Kalau ada pasien yang butuh transfusi, jangan sampai jawabannya darahnya tidak ada. Itu yang ingin kami cegah,” ucapnya.

Dalam Raker tersebut, seluruh pengurus PMI Kabupaten Gorontalo diajak untuk menyamakan persepsi. Zulfikar menyebut forum itu bukan sekadar rapat tahunan, melainkan titik awal untuk menyiapkan semua kebutuhan pembentukan UDD.

Mulai dari penataan organisasi, penyiapan petugas, kelengkapan alat dan ruangan, sampai pemenuhan syarat teknis agar UDD bisa segera beroperasi dan mendapat izin.

“Semua pengurus harus satu suara dan satu langkah. Rencana UDD ini jangan hanya jadi pembicaraan di atas kertas. Harus ada tindakan nyata supaya cepat jalan,” katanya.

Di sisi lain, politisi Partai Golkar itu mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang juga bertindak sebagai Pembina PMI Kabupaten Gorontalo.

Pembicaraan itu difokuskan pada dukungan pemerintah daerah, terutama soal penyediaan gedung yang layak untuk dijadikan pusat operasional UDD.

“Kami sudah sampaikan ke Pak Bupati selaku Pembina PMI soal kebutuhan gedung dan fasilitas pendukung lainnya. Harapannya, Pemda bisa ikut mendukung penuh supaya program ini tidak jalan di tempat,” ujarnya.

Zulfikar menambahkan, percepatan UDD bukan hanya soal mengejar target organisasi. Lebih dari itu, ini adalah bentuk tanggung jawab PMI dalam membantu pemerintah menyelamatkan nyawa masyarakat lewat ketersediaan darah.

Ia meminta seluruh hasil Raker segera diubah menjadi rencana kerja yang jelas dan bisa diukur, dengan UDD sebagai agenda yang paling diprioritaskan.

“Harapan kami, UDD PMI Kabupaten Gorontalo bisa segera hadir dalam waktu yang tidak lama. Ini soal nyawa pasien. Semakin cepat berdiri, semakin cepat pula masyarakat merasakan manfaatnya,” tutup Zulfikar.

Dengan adanya UDD, PMI Kabupaten Gorontalo diharapkan ke depan bisa lebih mandiri dalam mengelola stok darah dan memastikan kebutuhan transfusi di lima rumah sakit terpenuhi tanpa hambatan.

Share :