GOSULUT.ID – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Faizal Hulukati, menyoroti buruknya kualitas perbaikan jalan yang dinilai terus berulang setiap tahun di perbaiki.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta Balai Pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi Wilayah Gorontalo (BP2JK), Rabu (07/01/2026)
Aleg PPP III ini mencontohkan kondisi jalan di Kabupaten Gorontalo Utara, tepatnya pada ruas dari Kantor Bupati hingga Atinggola, yang dinilainya mengalami kerusakan parah meski baru saja diperbaiki. Bahkan, menurutnya, kerusakan kembali terjadi dalam waktu kurang dari satu bulan setelah pekerjaan selesai.
“Saya mengetahuinya karena kerap melewati jalan disitu, kondisinya sangat parah. Baru dikerjakan, tidak sampai sebulan sudah rusak lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak balai dan penyedia jasa. Faizal berharap pada tahun 2026 permasalahan serupa tidak lagi terulang.
Selain kualitas pekerjaan, Faizal juga menyoroti proses penyediaan jasa konstruksi. Ia menyayangkan banyak proyek justru dikerjakan oleh perusahaan dari luar daerah yang tidak memiliki peralatan di Gorontalo. Bahkan, tenaga kerja yang digunakan pun didatangkan dari luar daerah, seperti yang ditemukan di wilayah Boalemo
“Bukan kita maunya pengusaha lokal, tapi kenyataannya yang dimenangkan justru dari luar daerah dan mereka tidak punya alat di Gorontalo. Tukangnya pun didatangkan dari Jawa seperti yang kami temukan di Tilamuta,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun anggaran pembangunan infrastruktur masuk ke Gorontalo, namun hasilnya tidak bertahan lama. Ia menilai hal ini merugikan masyarakat karena jalan yang telah diperbaiki kembali rusak dalam waktu satu hingga dua tahun.
“Yang kami dari Komisi III harapkan pengawasan kerja lebih ditingkatkan agar pekerjaan yang diperbaiki tidak rusak lagi,” tandasnya.







