Scroll ke bawah untuk membaca
Kota Kotamobagu

Parindo Potabuga Soroti Penegakan Hukum di Kotamobagu: dari Tragedi Drag Bike hingga Dugaan Penyalahgunaan BBM

39
×

Parindo Potabuga Soroti Penegakan Hukum di Kotamobagu: dari Tragedi Drag Bike hingga Dugaan Penyalahgunaan BBM

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Memasuki 93 hari masa kepemimpinan Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, sejumlah persoalan serius terkait keselamatan masyarakat, keamanan wilayah, dan penegakan hukum menjadi sorotan tokoh masyarakat, Parindo Potabuga.

Tragedi maut Tidar Drag Bike yang menewaskan sembilan orang, bentrokan antarkampung yang menyebabkan delapan orang luka-luka, hingga penanganan dugaan penyalahgunaan distribusi BBM jenis solar di SPBU Pontodon yang belum ada tersangka, menjadi catatan yang disorot.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Parindo menilai, rentetan persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran Polres Kotamobagu. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan tindakan setelah peristiwa terjadi, tetapi juga langkah pencegahan yang efektif dan kepastian hukum.

“Memasuki 93 hari kepemimpinan Kapolres, masyarakat butuh kepastian, bukan sekadar janji. Penegakan hukum harus transparan dan memberikan rasa aman,” ujar Parindo.

*Tragedi Maut Tidar Drag Bike: Sembilan Nyawa Melayang*

Tragedi Tidar Drag Bike di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, pada 9 Agustus 2026 menjadi peristiwa paling menyita perhatian. Peristiwa tersebut dilaporkan menewaskan sembilan orang dan menyebabkan sejumlah warga lainnya luka-luka.

Besarnya jumlah korban jiwa memunculkan pertanyaan mengenai aspek keselamatan kegiatan, pengamanan, perizinan, serta evaluasi terhadap penyelenggaraan ajang balap tersebut. Parindo menegaskan tragedi itu tidak boleh berhenti sebagai catatan peristiwa yang kemudian dilupakan.

*Tarkam Upai-Poopoo: Delapan Orang Luka*

Belum tuntas perhatian publik terhadap tragedi balap tersebut, wilayah hukum Polres Kotamobagu kembali dihadapkan pada bentrokan antarkampung antara warga Kelurahan Upai dan Desa Poopo pada Sabtu malam, 26 September 2026, hingga Minggu dini hari, 27 September 2026.

Bentrokan tersebut dilaporkan mengakibatkan sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka akibat tembakan yang diduga berasal dari senjata rakitan. Informasi yang beredar juga menyebutkan adanya anggota pengamanan yang menjadi korban.

*Kasus BBM SPBU Pontodon Disorot*

Sorotan paling tajam diarahkan pada penanganan kasus BBM di SPBU Pontodon. Pasalnya, setelah inspeksi mendadak tim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada 8 September 2026, publik masih mempertanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut, termasuk belum adanya tersangka.

Parindo berharap langkah antisipasi, pengamanan wilayah rawan, serta pengungkapan perkara dilakukan secara menyeluruh berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku, serta diperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat dan tokoh masyarakat.

Share :