GOSULUT.ID – Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Sofyan Puhi menegaskan perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak bisa ditangani sendiri. Kolaborasi lintas sektor bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama keberhasilan program.
Pernyataan itu disampaikannya usai penandatanganan Nota Kesepahaman peluncuran program MARIYAM GO yang merupakan singkatan dari (Mari Lindungi, Sayangi Perempuan dan Anak Gorontalo), bersama OPD mitra di Kabupaten Gorontalo, bertempat di Sekretariat PKK, Senin (14/9/2026).
Maryam menjelaskan, MARIYAM GO hadir untuk menjawab kebutuhan perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Gorontalo.
“Dalam rangka memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gorontalo, Tim Penggerak PKK bersama OPD mitra sepakat mengikatkan diri dalam Nota Kesepahaman melalui program MARIYAM GO,” ujar Maryam.
Menurutnya, program ini bukan sekadar seremonial. MARIYAM GO dirancang sebagai strategi nyata agar perlindungan bisa menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Tanpa kolaborasi OPD, perlindungan perempuan dan anak tidak akan maksimal,” tegas Maryam.
Ia menyebut setiap OPD mitra memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas, mulai dari pencegahan kekerasan, penanganan korban, hingga pemenuhan hak perempuan dan anak. Dengan adanya Nota Kesepahaman ini, sinergi antar lembaga diharapkan semakin kuat dan terukur.
“Program ini berfungsi sebagai inovasi strategis serta payung kebijakan terpadu berbasis pendekatan kolaboratif lintas sektor,” lanjutnya.
Maryam berharap melalui MARIYAM GO, Kabupaten Gorontalo dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, ramah, dan melindungi bagi perempuan dan anak.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk bersama mengawal dan menyukseskan program ini.
“Kita ingin setiap perempuan dan anak di Kabgor merasa aman, dihargai, dan terlindungi. Itu hanya bisa terwujud jika kita bergerak bersama,” tutupnya.







