Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Krepek Tilihuwa Naik Kelas, Baznas Kabgor Siapkan Kemasan dan Legalitas Usaha

49
×

Krepek Tilihuwa Naik Kelas, Baznas Kabgor Siapkan Kemasan dan Legalitas Usaha

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi didampingi Ketua Baznas Sukri Moonti menyerahkan simbolis bantuan modal untuk pelaku UMKM Krepek Tilihuwa. (Foto: Aldy/Gosulut)

GOSULUT.ID – Krepek khas Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto resmi naik kelas. Ketua Baznas Kabupaten Gorontalo Sukri Moonti melaunching pengembangan UMKM Krepek Tilihuwa yang dirangkaikan dengan Penyaluran Zakat dan Bantuan Baznas Kabupaten Gorontalo, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal Baznas untuk mendorong produk lokal agar memiliki daya saing dan bisa dipasarkan hingga ke tingkat nasional.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Baznas Kabupaten Gorontalo menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pengembangan usaha 50 pengrajin krepek Tilihuwa. Selain bantuan perorangan, Baznas juga memberikan bantuan operasional berupa peralatan produksi untuk kelompok pengrajin.

“Untuk UMKM ini kami menyerahkan bantuan sejumlah 50 juta rupiah untuk pengembangan usaha-usaha yang selama ini kegiatan krepek Tilihuwa yang belum dikemas dengan bagus,” ujar Sukri.

“Untuk hari ini ada sekitar 60 penerima, termasuk 50 orang dari pengusaha pengrajin krepek. Itu dibantu perorangan, dan juga untuk kelompoknya dibantu penyiapan operasional berupa peralatan-peralatan yang diperlukan untuk produksi krepek,” sambungnya.

Yang membedakan program kali ini adalah pendampingan penuh dari Baznas. Pendampingan dimulai dari proses produksi, pengemasan, pengurusan izin legalitas usaha, hingga sertifikasi label halal.

“Melalui pendampingan UMKM ini, Baznas melakukan pendampingan produksi krepek Tilihuwa, yang dimulai dari produksi, pengemasan, sampai dengan izin legalitas dari usaha krepek ini, kemudian label halal,” kata Sukri.

Sesuai arahan Bupati Sofyan Puhi, targetnya produk krepek Tilihuwa bisa masuk ke toko-toko modern dan dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia.

“Supaya usaha ini atau produksi ini bisa dipasarkan di seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya di lokal dan bisa masuk di toko-toko yang sudah memiliki standar,” ujarnya.

Untuk mendukung itu, Baznas telah menyiapkan sekitar 5 ribu pack kemasan yang akan didistribusikan setiap bulan.

“Untuk saat ini, pengemasan yang sudah disiapkan oleh Baznas itu baru sekitar 5 ribu pack yang tiap bulan kami distribusikan untuk pengemasan,” tambahnya.

Selain UMKM, Baznas juga menyalurkan bantuan pendidikan untuk siswa SD dan SMP, bantuan kursi roda untuk siswa sakit, bantuan kemanusiaan untuk korban kebakaran dan puting beliung di Desa Bongomeme, Kayumerah dan Kecamatan Pulubala.

Baznas juga menyalurkan bantuan untuk masjid seperti Masjid Baitur Ridho di Desa Luo, serta 50 paket sembako bagi masyarakat terdampak krisis kekeringan dan gagal panen.

Share :