GOSULUT.ID – Kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo ke Desa Pentadio Barat Kabupaten Gorontalo, Rabu (09/092026) langsung menjawab apa yang diinginkan masyarakat khususnya nelayan setempat. Excavator yang akan digunakan membersihkan enceng gondok dipastikan akan segera beroperasi di danau tersebut.
Ketua Komisi III, Espin Tulis menuturkan beberapa waktu lalu para nelayan mengeluhkan bahwa akses jalur di danau limboto tertutup dengan enceng gondok
“Sekitar 10 hari lalu kepala desa dan masyarakat telah menyampaikan hal ini, untuk itu kami sekaligus mengundang Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II. Excavator yang biasa beroperasi disitu mengalami kerusakan dan alatnya harus di pesan di luar Gorontalo tapi kan terhalang oleh ditutupnya bandara dari dan ke Jakarta akibat erupsi gununng krakatau sehingga menghambat pengiriman alatnya, namun dipastikan alat itu tiba besok dan akan segera dipasang dengan begitu semoga excavatornya bisa segera bekerja, “tuturnya.
Selain membawa BWSS II, Komisi III turut menghadirkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo untuk memberikan sosialisasi program budidaya kawasan danau limboto serta pengawasan masyarkat di kawasan danau.
Salah satu program yang diperkenalkan adalah pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).
Dijelaskan, kelompok nantinya akan mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai pemanfaatan kawasan perairan, termasuk bagaimana menjaga dan mengawasi kawasan Danau Limboto agar tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Program ini sangat bagus untuk bisa mencarikan solusi pemberdayaan bagi masyarakat nelayan. Ini bisa menjadi alternatif bagi para nelayan untuk menambah penghasilan sehingga dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga,” jelasnya.
Setelah melakukan dialog selama kurang lebih dua jam bersama masyarakat dan instansi terkait, Komisi III menyebut telah mendapatkan sejumlah solusi jangka pendek, terutama terkait penanganan eceng gondok yang menghambat akses nelayan.
Ia berharap langkah tersebut dapat segera memberikan dampak bagi masyarakat nelayan di sekitar Danau Limboto.
Namun, ditegaskan bahwa persoalan Danau Limboto tidak cukup diselesaikan hanya dengan langkah jangka pendek. Ke depan, diperlukan perencanaan yang lebih matang untuk memastikan keberlangsungan kehidupan masyarakat nelayan.
“Ke depan harus dipikirkan keberlangsungan masyarakat nelayan dan langkah-langkah apa yang harus dikerjakan sampai pada tahapan berikutnya, yaitu jangka menengah dan jangka panjang,” pungkasnya.








