GOSULUT.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo terus memacu persiapan pelaksanaan event berskala nasional yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo yakni Pekan Nasional Temu Tani dan Nelayan (PENAS).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Gorontalo (Kabgor), Risman K. Umar kepada Gosulut.id, Kamis (15/01/2026).
“Sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini Pemkab Gorontalo selaku tuan rumah terus memacu persiapan pelaksanaan PENAS 2026,” ujar Risman Umar.
Ia mengungkapkan, bahwa pemerintah daerah sangat antusias dan bersemangat dalam menyambut event itu, mengingat kegiatan tersebur berskala nasional dan akan melibatkan banyak orang.
“Tentu akan memberikan banyak dampak positif bagi daerah,” ungkapnya.
Risman pun memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hingga saat ini turut mempersiapkan segalanya agar PENAS 2026 di Kabupaten Gorontalo berjalan dengan baik.
“Kemarin juga ibu Wakil Gubernur sudah melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung persiapan-persiapannya. Hari ini tindaklanjutnya lagi pak Asisten II Pemerintah Provinsi Gorontalo mengundang kami guna menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan, mengingat waktu (pelaksanaan PENAS) semakin dekat,” imbuhnya.
Meski demikian, Kadis PUPR Kabupaten Gorontalo itu mengakui, bahwa pihaknya terus memberikan yang terbaik dalam persiapan pelaksanaan PENAS 2026 ditengah efisiensi anggaran.
“Meski ditengah efisiensi dan pengetatan anggaran, kami memaksimalkan apa yang ada. Sejauh ini kami hanya menyediakan infrastruktur masih sangat terbatas, tetapi diluar itu kami terus perjuangkan proposal-proposal penyediaan infrastruktur yang hari ini tidak bisa kami fasilitasi lewat APBD,” beber Risman K. Umar.
“Kemarin kami sudah konsultasi dengan BPJN Gorontalo, alhamdulillah dari 21 ruas jalan yang mestinya menjadi fasilitas pendukung pelaksanaan PENAS, kemarin kami dapat informasi bahwa sebagian akan dimaksimalkan BPJN,” sambungbya.
Sebagai informasi, PENAS 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo tepatnya GOR David Tonny pada bulan Juni mendatang, dikabarkan akan diikuti peserta sebanyak 30.000 orang dari berbagai daerah hingga mancanegara.








