GOSULUT.ID – Polemik antara Bank SulutGo (BSG) dengan Pemkot Gorontalo kian memuncak. Setelah sekian lama publik disuguhi “drama” perang opini terkait hilangnya jatah komisaris di BSG dari perwakilan Gorontalo, kini perseteruan antara tersebut berlanjut pada pemindahan Rekening Kas Keuangan Daerah (RKUD) Pemkot Gorontalo pada akhirnya beralih ke Bank Tabungan Negara (BTN).
Sejak awal permasalahan ini mencuat, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea getol dan konsisten dengan pendiriannya untuk pisah rumah dengan BSG.
Meskipun awalnya keinginan meninggalkan BSG tersebut bersama-sama dengan Kepala Daerah lainnya yang juga kecewa dengan BSG. Namun entah karena ada angin apa? Sikap Kepala Daerah lainnya berubah haluan, batal pisah dengan BSG.
“Sebagai aktivis muda Gorontalo, saya pribadi salut dengan kegigihan sikap Pak Adhan Dambea. Sangat langka kita menemukan sosok yang konsisten seperti itu,” kata Taufik, Sabtu (15/11/2025).
Meski bukan berasal dari Kota Gorontalo, Aktivis Elang 3 Hambalang tersebut merasa terpanggil bergabung bersama Walikota dan ASN Gorontalo, ikut serta dalam aksi unjuk rasa yang digelar Rabu kemarin.
“Teman dan saudara saya banyak ASN di Kota Gorontalo sering mengeluhkan soal mencekiknya bunga kredit BSG. Dan hanya menguntungkan sepihak. Sehingga selain tuntutan menarik aset bangunan dan saham, para ASN juga mengaspirasikan untuk kredit bunga pinjaman kepada mereka agar ditinjau kembali,” ucapnya.

Menurutnya selama ini BSG sangat diuntungkan dengan begitu tingginya bunga kredit terhadap ASN. Mereka (ASN) ingin sekali beralih kredit ke Bank lain tapi agak sulit karena gaji mereka ada di BSG.
“Djafar Alkatiri jangan hanya berdalih di balik aturan prosedural perbankan tanpa kemudian mempertimbangkan serta mengabaikan nurani. Dan jangan hanya memperkeruh situasi daerah yang lagi kondusif,” jelas Taufik Buhungo.
Aktivis muda yang dikenal kritis ini pun menyoroti pernyataan Djafar Alkatiri yang menyebut, bantuan armada sampah oleh BTN ke Pemkot Gorontalo berpotensi gratifikasi.
“Saya melihat pernyataan Djafar Alkatiri ini berpotensi sangat menyesatkan. Bagaimana mungkin bantuan ke Pemda dan bukan untuk pribadi Walikota masuk kualifikasi gratifikasi? Baca lagi aturan Pak Komisaris,” tegas Taufik.
Terakhir disinggung dengan kata “memalukan” soal aksi unjuk rasa para ASN yang dipimpin langsung oleh Walikota mendapat tanggapan sinis Taufik.
“Selama itu bukan perkara korupsi tidak ada yg memalukan, ASN Kota Gorontalo justru bangga punya Walikota yang berani tampil berdiri ditengah rakyat. Saya hanya berpesan kepada Pak Komisaris alkatiri, jaga dan pastikan BSG itu bersih dari praktek-praktek korupsi,” tandasnya.







